Toyota bZ4X Touring Diuji di Medan Off-Road, Tenaganya Tembus 280 kW

Toyota bZ4X Touring Diuji di Medan Off-Road, Tenaganya Tembus 280 kW
Toyota bZ4X Touring Diuji di Medan Off-Road, Tenaganya Tembus 280 kW

Jakarta, Businessreview.id — PT Toyota Astra Motor (TAM) menguji kemampuan Toyota bZ4X Touring Battery EV di lintasan non-aspal yang terdiri atas permukaan pasir, tanah tidak rata, tanjakan, dan turunan.

Pengujian tersebut memperlihatkan fungsi sistem penggerak semua roda atau all-wheel drive (AWD), mode berkendara khusus, serta pengendalian traksi pada SUV listrik berorientasi keluarga dan kegiatan luar ruang tersebut.

Berbeda dari kendaraan bermesin pembakaran internal, bZ4X Touring melintasi rintangan dengan suara yang relatif senyap. Torsi dari motor listrik tersedia secara langsung ketika pengemudi menekan pedal akselerator, sedangkan sistem elektronik mengatur distribusi tenaga untuk menjaga traksi.

Toyota menyebut model tersebut tidak hanya dikembangkan sebagai SUV listrik untuk penggunaan jalan raya.

“Ini bukan sekadar BEV lain, melainkan kendaraan yang dibangun untuk performa off-road autentik,” demikian keterangan resmi Toyota.

Dua Motor Listrik dan Penggerak AWD

Toyota bZ4X Touring versi AWD menggunakan dua motor listrik yang ditempatkan pada as roda depan dan belakang. Masing-masing motor menghasilkan tenaga 167 kW dan torsi 268,6 Nm.

Kombinasi kedua motor tersebut menghasilkan tenaga sistem maksimal 280 kW atau sekitar 380 tenaga kuda. Angka itu menjadikan bZ4X Touring AWD sebagai salah satu mobil listrik Toyota paling bertenaga di luar lini performa GR.

Konfigurasi dua motor memungkinkan sistem mengatur tenaga antara roda depan dan belakang berdasarkan kondisi permukaan jalan. Ketika salah satu roda kehilangan cengkeraman di pasir atau tanah lepas, tenaga dapat dialihkan untuk membantu kendaraan terus bergerak.

Dalam spesifikasi pasar Eropa, akselerasi dari posisi diam hingga 100 kilometer per jam diklaim dapat diselesaikan dalam 4,5 detik. Namun, tenaga besar bukan satu-satunya unsur yang dibutuhkan di jalur non-aspal. Pengaturan traksi pada kecepatan rendah justru lebih menentukan ketika kendaraan menghadapi rintangan.

X-MODE Atur Karakter Kendaraan

Kemampuan bZ4X Touring di lintasan non-aspal didukung X-MODE atau Offroad Capability Drive Mode. Teknologi tersebut mengubah respons tenaga dan sistem pengendalian kendaraan agar sesuai dengan karakter permukaan.

Mode SNOW/DIRT digunakan untuk membantu menjaga stabilitas di permukaan licin atau jalan tidak rata. Sementara mode DEEP SNOW/MUD mengizinkan roda mengalami sedikit selip untuk mendapatkan kembali cengkeraman di permukaan lunak.

Toyota menyebut prinsip kerjanya mengadaptasi pengalaman pengembangan sistem Multi-Terrain Select pada Land Cruiser. Namun, bZ4X Touring tetap merupakan SUV listrik keluarga, bukan kendaraan off-road khusus dengan konstruksi rangka tangga.

Kemampuan tersebut lebih relevan untuk melewati jalan tanah, kerikil, lumpur ringan, salju, akses menuju lokasi berkemah, serta jalur perkebunan atau kawasan wisata.

Grip Control Menjaga Kecepatan

Fitur lain yang diuji adalah Grip Control. Sistem ini mengatur akselerasi dan pengereman setiap roda pada pilihan kecepatan 2, 4, 6, 8, atau 10 kilometer per jam.

Ketika fitur aktif, pengemudi tidak perlu terus-menerus memainkan pedal akselerator dan rem. Sistem mempertahankan laju kendaraan sehingga pengemudi dapat memusatkan perhatian pada arah kemudi dan posisi roda.

Prinsip kerjanya menyerupai fitur CRAWL pada Land Cruiser. Bedanya, sistem pada bZ4X Touring bekerja melalui motor listrik dan perangkat kontrol elektronik.

Pada turunan, Downhill Assist Control menjaga kecepatan mobil agar tidak meningkat secara berlebihan. Kombinasi Grip Control dan Downhill Assist Control membantu kendaraan melintas secara terkendali di permukaan dengan daya cengkeram rendah.

Toyota juga menyatakan bZ4X Touring mampu melintasi genangan air dengan kedalaman hingga 500 milimeter. Kemampuan itu tetap bergantung pada kondisi lintasan dan prosedur penggunaan yang benar.

Baterai 74,7 kWh

Toyota bZ4X Touring dibekali baterai lithium-ion berkapasitas kotor 74,7 kWh. Dalam pengujian yang dilaporkan ANTARA, jarak tempuh versi AWD disebut sekitar 487 kilometer dalam kondisi baterai penuh.

Pada spesifikasi homologasi Eropa, jarak tempuhnya bervariasi berdasarkan sistem penggerak dan ukuran roda. Versi penggerak depan diklaim mampu menempuh hingga 591 kilometer, sedangkan versi AWD mencapai 528 kilometer dengan pelek 18 inci atau 479 kilometer dengan pelek 20 inci.

Perbedaan angka tersebut bukan kontradiksi. Jarak tempuh kendaraan listrik dipengaruhi metode pengujian, spesifikasi kendaraan, ukuran roda, kondisi cuaca, beban, kecepatan, dan penggunaan sistem pendingin udara.

Baca Juga: Risiko Kebakaran, Hyundai Tarik 94.622 Sedan Genesis di Amerika Serikat

Pemakaian di medan non-aspal juga cenderung mengonsumsi energi lebih tinggi karena kendaraan menghadapi hambatan gulir, tanjakan, dan perubahan traksi.

Pengisian Cepat Sekitar 28 Menit

Baterai bZ4X Touring mendukung pengisian cepat DC dengan daya maksimal 150 kW. Toyota mengklaim pengisian dari 10 hingga 80 persen dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 28 menit pada kondisi yang sesuai.

Pengisian menggunakan arus AC 22 kW membutuhkan waktu sekitar 3,5 jam dari 10 hingga 100 persen. Model ini juga mempunyai sistem prakondisi baterai dan pengaturan temperatur untuk menjaga konsistensi kecepatan pengisian.

Ketersediaan fasilitas 150 kW maupun AC 22 kW belum merata di seluruh wilayah Indonesia. Karena itu, waktu pengisian aktual akan bergantung pada kapasitas stasiun pengisian, temperatur baterai, serta kondisi jaringan listrik.

Baca Juga: XPeng Bidik Penjualan 500.000 Mobil di Eropa, Ingin Lampaui Ford

Bukan Kendaraan Off-Road Ekstrem

Uji lintasan tanah memperlihatkan bahwa bZ4X Touring mempunyai kemampuan lebih luas dibandingkan SUV listrik yang hanya berorientasi jalan perkotaan. Sistem AWD, X-MODE, Grip Control, dan bantuan turunan dapat memberikan rasa aman ketika permukaan jalan memburuk.

Namun, demonstrasi pada lintasan terkendali tidak otomatis menjadikannya setara dengan kendaraan off-road khusus. Kemampuan mobil tetap dibatasi jarak terendah ke tanah, sudut datang dan pergi, jenis ban, artikulasi suspensi, serta perlindungan bagian bawah kendaraan.

Nilai utama bZ4X Touring terletak pada kompromi antara penggunaan sehari-hari, kapasitas keluarga, dan kemampuan menjangkau destinasi luar ruang. Konsumen tetap perlu menyesuaikan medan dengan batas kendaraan, terlebih baterai terpasang pada bagian bawah sasis.

Dengan karakter tersebut, bZ4X Touring menawarkan pendekatan berbeda terhadap SUV listrik: bukan hanya efisien dan senyap di jalan raya, tetapi juga mempunyai perangkat elektronik untuk menghadapi jalan tanah dan permukaan berdaya cengkeram rendah. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here