XPeng Bidik Penjualan 500.000 Mobil di Eropa, Ingin Lampaui Ford

XPeng Bidik Penjualan 500.000 Mobil di Eropa, Ingin Lampaui Ford
XPeng Bidik Penjualan 500.000 Mobil di Eropa, Ingin Lampaui Ford

Paris, Businessreview.id — Produsen kendaraan listrik asal China, XPeng, menargetkan penjualan tahunan sebanyak 500.000 mobil di Eropa pada 2030. Jika tercapai, volume tersebut akan melampaui penjualan Ford saat ini di kawasan tersebut.

Chairman sekaligus Chief Executive Officer XPeng He Xiaopeng menyampaikan target tersebut dalam Paris Motor Show 2026. Perusahaan membidik penjualan global sebanyak satu juta kendaraan per tahun pada akhir dekade ini, dengan separuhnya berasal dari Eropa.

Target XPeng jauh lebih tinggi dibandingkan posisi perusahaan saat ini. Sejak memasuki Eropa melalui Norwegia pada akhir 2020, XPeng baru membukukan penjualan kumulatif sekitar 60.000 mobil di kawasan tersebut.

Untuk mengejar target tersebut, XPeng tidak hanya mengandalkan ekspor kendaraan dari China. Perusahaan berencana memperbesar produksi di Eropa melalui kemitraan dengan manufaktur lokal, pemanfaatan fasilitas yang sudah beroperasi, atau pembangunan kapasitas produksi baru.

“Kami berupaya memulai produksi bersamaan dengan berlakunya aturan ‘Made in Europe’,” kata Wakil Presiden XPeng Yeqing Zheng, seperti dilaporkan Reuters.

Target XPeng Lebih Tinggi daripada Ford

Ford menjual 426.459 kendaraan di Eropa pada tahun lalu. Sementara Opel dan Vauxhall mencatatkan penjualan 399.783 unit, Tesla 238.656 unit, dan Kia 507.304 unit.

Dengan target 500.000 mobil per tahun, XPeng berpotensi melampaui Ford, Opel/Vauxhall, dan Tesla, sekaligus mendekati skala penjualan Kia di Eropa.

Namun, perbandingan tersebut menggunakan volume penjualan para pesaing pada 2025, bukan proyeksi penjualan mereka pada 2030. Ford dan produsen lain masih mempunyai waktu untuk meluncurkan produk baru, memperbaiki jaringan distribusi, serta mengubah strategi elektrifikasi.

Karena itu, target XPeng belum dapat diartikan sebagai kepastian perusahaan akan mengalahkan Ford. Pencapaiannya bergantung pada pertumbuhan pasar kendaraan listrik, kapasitas produksi, penerimaan konsumen, regulasi, dan respons produsen Eropa.

Produksi Lokal Menjadi Penentu

Produksi lokal menjadi unsur utama dalam strategi XPeng. Uni Eropa tengah menyiapkan ketentuan kandungan lokal minimum dalam kebijakan bertajuk Made in Europe.

Aturan tersebut dapat membatasi insentif dan akses pasar bagi kendaraan yang tidak memenuhi persyaratan produksi regional. Langkah XPeng memperluas manufaktur di Eropa menjadi cara untuk menekan risiko regulasi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor utuh dari China.

Perusahaan saat ini telah menggunakan fasilitas Magna Steyr di Graz, Austria, untuk memproduksi XPeng G6, G9, dan sedan P7+. Fasilitas tersebut juga disiapkan memproduksi G9L, SUV yang tersedia dalam versi listrik baterai dan teknologi range extender.

Kapasitas fasilitas di Austria diperkirakan belum cukup untuk memenuhi target 500.000 unit. XPeng karena itu perlu menambah jalur produksi baru, baik dengan mendirikan pabrik maupun menggunakan fasilitas milik mitra lokal.

Produksi di Eropa juga memberi keuntungan lain berupa waktu pengiriman lebih singkat, kemampuan menyesuaikan produk dengan kebutuhan konsumen, dan peluang mengurangi tekanan tarif.

Pertumbuhan Harus Berlangsung Sangat Cepat

Target penjualan XPeng mensyaratkan pertumbuhan agresif dalam empat tahun ke depan. Dari penjualan kumulatif sekitar 60.000 mobil sejak 2020, perusahaan ingin mencapai volume tahunan setengah juta unit pada 2030.

Secara global, XPeng menjual 429.445 kendaraan pada 2025, meningkat 126 persen dari tahun sebelumnya. Untuk 2026, perusahaan menargetkan penjualan sekitar 550.000–600.000 kendaraan.

Data tersebut menunjukkan XPeng memiliki momentum pertumbuhan, tetapi menyalin kesuksesan pasar domestik China ke Eropa tidak mudah. Pasar Eropa mempunyai regulasi keselamatan dan lingkungan yang ketat, karakter konsumen berbeda, serta jaringan penjualan yang telah dikuasai merek lama.

XPeng juga perlu membangun layanan purnajual, ketersediaan suku cadang, nilai jual kembali, sistem pembiayaan, dan kepercayaan konsumen. Harga dan teknologi saja belum cukup untuk menjamin keberhasilan sebuah merek baru.

Baca Juga: Bisnis Hotel Mulai Pulih, tetapi Pendapatan Kamar Belum Kembali Normal

Merek China Semakin Agresif di Eropa

Ekspansi XPeng berlangsung ketika produsen kendaraan China meningkatkan kehadirannya di Eropa. Sekitar 20 merek China mengikuti Paris Motor Show 2026, naik dari sembilan merek pada dua tahun sebelumnya.

Merek-merek China diperkirakan telah menguasai sekitar 11,3 persen pasar Eropa. Mereka menawarkan kendaraan listrik dan hibrida dengan teknologi tinggi serta harga yang kompetitif.

Eropa menjadi pasar penting karena Amerika Serikat pada praktiknya masih sulit dimasuki produsen mobil China akibat tarif dan pembatasan regulasi. Pada saat yang sama, persaingan di pasar domestik China semakin ketat sehingga ekspansi internasional menjadi kebutuhan pertumbuhan.

XPeng bukan satu-satunya merek yang memilih produksi lokal. Sejumlah produsen China mulai membangun pabrik, membentuk usaha patungan, atau menggunakan fasilitas manufaktur yang sudah tersedia di Eropa.

Ford Belum Keluar dari Persaingan

Ford memang mengalami penyusutan volume di Eropa, tetapi perusahaan sedang menyiapkan sejumlah produk untuk memulihkan posisinya.

Produsen asal Amerika Serikat itu dilaporkan merencanakan penerus Ford Fiesta, dua kendaraan listrik kecil bersama Renault, sebuah SUV kompak baru, serta dua model crossover yang ditargetkan meluncur sebelum 2030.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa patokan 426.459 unit tidak bersifat tetap. Ketika XPeng mengejar pertumbuhan, Ford juga berupaya membangun kembali portofolionya.

Dengan demikian, persaingan pada 2030 tidak hanya ditentukan oleh kapasitas produksi. Faktor penentu lainnya mencakup harga, teknologi baterai, jaringan pengisian daya, layanan purnajual, loyalitas konsumen, dan kebijakan industri Uni Eropa.

Ambisi menjual 500.000 mobil membuat XPeng layak diperhitungkan. Namun, untuk benar-benar melampaui Ford, perusahaan harus mengubah keunggulan teknologi dan biaya menjadi produksi lokal, jaringan layanan yang matang, dan permintaan konsumen yang berkelanjutan. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here