Jakarta, Businessreview.id — Jackids Daycare & Preschool memperluas jaringan bisnis penitipan dan pendidikan anak usia dini dengan membuka fasilitas terbaru di Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Lokasinya yang terhubung dengan kawasan berbasis transit di sekitar Stasiun KRL Tanjung Barat menargetkan menjangkau keluarga urban, terutama orang tua yang setiap hari menggunakan transportasi public, juga kalangan masyarakat umum.
Soft opening Jackids Tanjung Barat berlangsung pada Selasa, 20 Oktober 2026 dengan peresmian fasilitas daycare dan preschool berkonsep transit-oriented development atau TOD. Bisa jadi ini adalah daycare TOD pertama di Indonesia, meski belum disertai pembanding industri yang independen. Namun, pemilihan lokasi tersebut menunjukkan perubahan strategi bisnis daycare, dari sekadar berada di kawasan permukiman menuju fasilitas yang mengikuti mobilitas harian keluarga pekerja.
Founder Jackids Jessica Diana Kartika mengatakan pengembangan fasilitas tidak hanya mempertimbangkan kebutuhan pengasuhan, tetapi juga pendidikan dan pengalaman tumbuh kembang anak. “Di sini (Jackids), anak tak hanya dititipkan begitu saja, namun juga mendapatkan kegiatan edukasi yang bisa meningkatkan IQ/EQ anak-anak. Apalagi kalau masuk di preschool-nya, dijamin anak akan lebih cerdas lagi,” ujarnya kepada awak media.
Dalam konsep layanannya, Jackids menggabungkan daycare, preschool, kindergarten, area bermain, dan kelas pengembangan bakat dalam satu fasilitas. Perusahaan menggunakan pendekatan “play while you learn and learn while you play” sebagai dasar kegiatan belajar.
Menjawab Mobilitas Keluarga Urban
Kehadiran fasilitas pengasuhan anak di kawasan transit berpotensi menjadi amenitas penting dalam pengembangan properti berbasis TOD. Selama ini, proyek TOD lebih banyak mengandalkan hunian, ritel, perkantoran, dan akses transportasi sebagai daya tarik utama.
Padahal, bagi keluarga pekerja, keberadaan daycare, fasilitas kesehatan, sekolah usia dini, dan ruang bermain merupakan bagian dari kebutuhan harian yang menentukan kelayakan sebuah kawasan untuk dihuni.
Lokasi daycare yang berdekatan dengan stasiun dapat mempersingkat perjalanan orang tua ketika mengantar anak sebelum bekerja. Model tersebut juga berpotensi mengurangi perjalanan tambahan dari rumah menuju daycare yang lokasinya berlawanan arah dengan pusat aktivitas.
Namun, kedekatan dengan stasiun saja belum cukup menjadikan sebuah daycare bagian dari ekosistem TOD. Integrasi tersebut perlu didukung jalur pedestrian yang aman, akses terlindungi dari kendaraan, ruang turun-naik penumpang, sistem keamanan anak, serta koneksi langsung yang nyaman antara fasilitas dan simpul transportasi.
Baca Juga: TACO Gandeng Palette Studio Olah Sisa Material Jadi Karya Seni
Mengusung Konsep “Dari Anak untuk Anak”
Pengembangan Jackids juga membawa konsep “dari anak untuk anak” melalui keterlibatan Jackie Marvell Rudyant sebagai Child Founder. Gagasan tersebut berawal ketika Jackie berusia sekitar tiga tahun dan menginginkan mainannya dapat digunakan untuk bermain bersama lebih banyak anak.
Kini berusia sekitar 10 tahun, Jackie dilibatkan untuk memberikan sudut pandang anak terhadap kegiatan, lingkungan, dan pengalaman yang dikembangkan Jackids.
Perusahaan menegaskan bahwa keterlibatan anak tidak menggantikan tanggung jawab manajemen, guru, pengasuh, maupun tenaga profesional. Keamanan, kurikulum, pengawasan, dan penerapan program tetap menjadi tanggung jawab orang dewasa.
“Jackids dirancang agar anak-anak dapat bermain, beraktivitas, sekaligus memiliki lingkungan yang memungkinkan mereka berinteraksi dengan teman sebaya,” demikian konsep yang dibawa Jackie dalam pengembangan fasilitas.
Dalam kesempatan pembukaan cabang sebelumnya, Jackie mengatakan dirinya berharap Jackids menjadi tempat yang disukai anak-anak.
“Saya harap Jackids ini akan menjadi salah satu tempat yang anak-anak sukai. Di sini juga memiliki banyak fasilitas,” ujar Jackie dalam acara tersebut.
Padukan Enam Pendekatan Pembelajaran
Jackids memadukan sejumlah metode pendidikan, yakni play-based learning, Montessori, Reggio Emilia, project-based learning, STEM, serta materi pembelajaran Cambridge.
Melalui pendekatan tersebut, anak diarahkan untuk belajar melalui observasi, eksplorasi, kegiatan kreatif, diskusi, interaksi sosial, dan penyelesaian proyek sederhana. Program yang ditawarkan mencakup daycare, prenursery, nursery, kindergarten, dan kelas pengembangan bakat.
Berdasarkan situs resminya, layanan daycare Jackids tersedia dalam pilihan per jam, harian, mingguan, dan fleksibel. Fasilitas yang ditawarkan mencakup ruang belajar, area bermain, tempat beristirahat, kamar mandi, makanan anak, sistem pemantauan, serta berbagai zona aktivitas motorik dan sensorik.
Sementara itu, kelas pengembangan bakat meliputi seni dan kerajinan, matematika, bahasa Inggris, Mandarin, STEM, Lego, taekwondo, bermain peran, serta kegiatan menyanyi dan menari.
Baca Juga: 69 Persen Gen Z dan Milenial Utamakan Harga Saat Memilih Co-living
Jackids tercatat memiliki NPSN 70000080 sebagai KB Jackids Preschool & Daycare. Data pendidikan pemerintah mencantumkan Rudyant Siswanto Wijaya sebagai operator lembaga tersebut.
Ekspansi Mengikuti Titik Mobilitas
Pembukaan cabang ke enam di Tanjung Barat ini melanjutkan ekspansi Jackids ke sejumlah lokasi seperti Alam Sutera, BSD Mahata Serpong, Paramount Petals, Cakung, dan TreePark City Cikokol.
Strategi tersebut memperlihatkan kecenderungan Jackids memilih kawasan permukiman, apartemen, dan jalur komuter yang memiliki basis keluarga muda. Cabang TreePark City Cikokol, misalnya, dikembangkan untuk menjangkau keluarga yang bergerak melalui koridor Tangerang–Jakarta.
Bagi pengembang properti, masuknya operator daycare dapat meningkatkan kelengkapan fungsi kawasan. Fasilitas ini juga berpotensi menjadi pembeda bagi apartemen dan proyek TOD yang selama ini kesulitan membangun aktivitas penghuni di luar jam perjalanan komuter.
Meski demikian, ekspansi jaringan membawa tantangan konsistensi. Kualitas daycare tidak hanya ditentukan interior yang menarik atau kelengkapan permainan, tetapi juga rasio pengasuh terhadap anak, kompetensi tenaga pendidik, prosedur keselamatan, kebersihan, pengawasan, dan transparansi pelaporan kepada orang tua.
Karena itu, keberhasilan Jackids Tanjung Barat akan ditentukan oleh tingkat keterisian, retensi orang tua, kualitas operasional, dan kemampuannya membuktikan bahwa integrasi daycare dengan kawasan transit benar-benar memberikan efisiensi bagi keluarga—bukan semata menggunakan TOD sebagai istilah promosi.




