69 Persen Gen Z dan Milenial Utamakan Harga Saat Memilih Co-living

69 Persen Gen Z dan Milenial Utamakan Harga Saat Memilih Co-living
69 Persen Gen Z dan Milenial Utamakan Harga Saat Memilih Co-living

Jakarta, Businessreview.id – Harga sewa menjadi pertimbangan utama generasi Z dan milenial dalam memilih hunian bersama atau co-living. Lokasi strategis yang selama ini dipandang sebagai faktor penentu justru berada di posisi kedua.

Temuan tersebut berasal dari riset Cove bersama Jakpat terhadap 200 responden berusia 21 hingga 35 tahun di Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya. Survei dilakukan pada Agustus 2026 terhadap responden yang telah mengetahui konsep hunian co-living.

Berdasarkan hasil survei, sebanyak 69 persen responden mempertimbangkan kesesuaian harga sewa dengan anggaran ketika mencari co-living. Proporsi tersebut relatif sama pada kelompok generasi Z maupun milenial.

Country Director of Growth Cove Dian Paskalis mengatakan sensitivitas terhadap harga tidak hanya ditemukan pada kelompok dengan anggaran terbatas. Responden dengan anggaran hidup lebih dari Rp7,5 juta per bulan juga menempatkan kesesuaian harga sewa sebagai pertimbangan utama.

“Gen Z dan milenial hari ini sangat cermat dalam berhitung, tetapi memiliki kompromi yang rendah terkait kenyamanan, termasuk dalam urusan pemilihan hunian sewa,” ujar Dian dalam keterangan tertulis, Rabu (7/10/2026).

Menurut dia, perilaku tersebut tidak semata-mata dipengaruhi keterbatasan anggaran, tetapi juga mencerminkan kecenderungan generasi muda dalam mengelola pengeluaran.

Lokasi Strategis Berada di Posisi Kedua

Setelah harga, lokasi strategis menjadi faktor berikutnya yang dipertimbangkan oleh 58 persen responden. Namun, tingkat kepentingannya berbeda antara generasi Z dan milenial.

Lokasi dipertimbangkan oleh 64 persen responden milenial, sedangkan pada kelompok generasi Z angkanya mencapai 51 persen.

Perbedaan tersebut diduga berkaitan dengan fase kehidupan dan rutinitas masing-masing kelompok. Generasi Z umumnya masih menempuh pendidikan atau berada pada tahap awal karier sehingga lebih fleksibel dalam menjalani aktivitas. Sementara itu, kelompok milenial cenderung telah memiliki pola kerja dan mobilitas yang lebih tetap.

Meski demikian, hasil survei ini tidak dapat langsung dianggap mewakili seluruh generasi Z dan milenial di Indonesia. Jumlah responden terbatas dan hanya mencakup tiga kawasan perkotaan besar serta individu yang sudah mengetahui produk co-living.

Biaya Sewa All-in Semakin Diminati

Selain nominal sewa dan lokasi, kepastian pengeluaran bulanan menjadi perhatian generasi muda. Sebanyak 55 persen responden mempertimbangkan biaya sewa yang telah mencakup listrik, air, dan internet.

Baca Juga: TACO Gandeng Palette Studio Olah Sisa Material Jadi Karya Seni

Baca Juga: Moladin Finance dan Pashouses Jalin Kemitraan Strategis, Hadirkan Solusi Pembiayaan bagi Pemilik Properti

Skema sewa all-in dinilai membantu penyewa mengetahui jumlah pengeluaran hunian sejak awal. Pola tersebut sekaligus mengurangi risiko munculnya biaya tambahan di luar harga sewa kamar.

Namun, harga yang terjangkau tidak menjadi satu-satunya tuntutan. Responden juga mempertimbangkan keamanan, kelengkapan fasilitas, dan kenyamanan kamar dalam menentukan pilihan.

“Semakin strategis suatu hunian, maka akan semakin tinggi biayanya. Biaya ini juga umumnya semakin bertambah seiring kelengkapan fasilitas, seperti ketersediaan perabot kamar, keamanan 24 jam, atau area komunal,” kata Dian.

Baca Juga: Lexus Mulai Pasarkan Yacht Mewah LY 680 ke Pasar Global

Menurut dia, konsep co-living berupaya menjawab kebutuhan tersebut melalui hunian siap pakai di kawasan perkotaan dan pilihan masa sewa yang lebih fleksibel.

Cove saat ini mengelola jaringan hunian di lebih dari 200 lokasi. Perusahaan yang mulai beroperasi di Indonesia pada 2020 tersebut memiliki properti di Jabodetabek, Bandung, Bali, dan Surabaya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here