Samsung dan Telkom Jajaki Solusi Digital Terintegrasi untuk Pasar Enterprise

Samsung dan Telkom Jajaki Solusi Digital Terintegrasi untuk Pasar Enterprise
Samsung dan Telkom Jajaki Solusi Digital Terintegrasi untuk Pasar Enterprise

Jakarta, Businessreview.id – PT Samsung Electronics Indonesia dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menjajaki pengembangan solusi digital terintegrasi untuk pelanggan korporasi di Indonesia.

Penjajakan tersebut dituangkan dalam nota kesepakatan atau memorandum of understanding (MoU) yang berlaku selama satu tahun. Kedua perusahaan akan menggabungkan perangkat, teknologi keamanan, kecerdasan buatan, dan Internet of Things milik Samsung dengan konektivitas serta infrastruktur digital TelkomGroup.

MoU tersebut ditandatangani oleh Vice President Director Samsung Electronics Indonesia Lee Hun dan VP Global Strategic Partnership & Synergy Telkom Arfianto Ramadhian.

Selama masa penjajakan, kedua perusahaan akan memetakan kasus penggunaan yang menjadi prioritas, menjalankan proof of concept (PoC), serta menyiapkan kemungkinan penawaran dan pemasaran bersama.

Kerja sama itu menyasar sejumlah sektor, antara lain manufaktur, pendidikan, layanan kesehatan, pemerintahan, dan jasa keuangan.

Baca Juga: 69 Persen Gen Z dan Milenial Utamakan Harga Saat Memilih Co-living

Namun, penandatanganan MoU belum berarti seluruh solusi telah memasuki tahap komersial. Bentuk produk, skema bisnis, dan implementasi setiap solusi masih akan ditentukan berdasarkan kebutuhan pelanggan serta hasil pengujian.

Integrasikan Perangkat dan Infrastruktur

Head of MX Business Samsung Electronics Indonesia Yadi Prayitno mengatakan, transformasi digital perusahaan membutuhkan integrasi antara perangkat, konektivitas, keamanan, dan layanan digital.

“Samsung membawa kapabilitas enterprise, mulai dari Galaxy Enterprise Edition dan rugged devices hingga Samsung Knox, Samsung DeX, Galaxy AI, serta IoT,” kata Yadi dalam keterangan tertulis, Kamis (9/10/2026).

Menurut dia, kolaborasi dengan TelkomGroup diharapkan dapat menghubungkan teknologi tersebut menjadi solusi yang sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan di Indonesia.

Samsung akan menyediakan dukungan berupa informasi teknis, pelatihan, demonstrasi produk, pengujian konsep, dan aktivitas pemasaran. Sementara itu, Telkom akan mengidentifikasi peluang implementasi serta melibatkan mitra lain apabila dibutuhkan.

Arfianto mengatakan, kebutuhan pelanggan korporasi tidak lagi berhenti pada pembelian perangkat atau konektivitas secara terpisah.

“Pelanggan enterprise saat ini membutuhkan solusi yang utuh, bukan produk yang berdiri sendiri,” ujar Arfianto.

Menurut dia, pengujian terhadap kasus penggunaan yang menjadi prioritas diperlukan agar solusi yang ditawarkan benar-benar menjawab persoalan di lapangan.

Dari Pekerja Lapangan hingga Sistem Pengawasan

Salah satu area yang akan dijajaki adalah digitalisasi pekerja lapangan melalui perangkat berdaya tahan tinggi atau rugged device. Perangkat tersebut dirancang untuk digunakan dalam lingkungan kerja yang lebih menantang dan akan dipadukan dengan konektivitas TelkomGroup.

Kedua perusahaan juga mengkaji pengelolaan perangkat dalam skala besar melalui Galaxy Enterprise Edition dan Samsung Knox. Teknologi ini dapat digunakan untuk mengatur, mengamankan, serta memantau perangkat kerja milik perusahaan.

Area lainnya mencakup sistem operasional terhubung berbasis SmartThings dan IoT, sistem pengawasan, kontrol akses, smart display, serta digital display.

Baca Juga: Samsung Galaxy Tab S12 Series Resmi Dijual di Indonesia, Harga Mulai Rp21,9 Juta

Samsung DeX dan Galaxy AI juga berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung produktivitas karyawan. Samsung DeX memungkinkan perangkat tertentu digunakan dengan antarmuka menyerupai komputer, sedangkan Galaxy AI menyediakan sejumlah fungsi berbasis kecerdasan buatan.

Dari sisi infrastruktur, TelkomGroup membawa jaringan nasional, layanan cloud, pusat data, keamanan siber, dan managed services. Jangkauan pelanggan korporasi Telkom juga akan digunakan untuk mengidentifikasi calon pengguna dan peluang implementasi solusi.

Baca Juga: Inovasi Biodrying RDF Antar Solusi Bangun Indonesia Raih ASEAN Energy Awards 2026 di Filipina  

Inovasi Biodrying RDF Antar Solusi Bangun Indonesia Raih ASEAN Energy Awards 2026 di Filipina  

Setelah tahap pemetaan dan PoC selesai, Samsung dan Telkom akan mengevaluasi kelayakan pengembangan solusi menuju tahap pemasaran. Kesepakatan komersial untuk masing-masing proyek akan dituangkan dalam perjanjian terpisah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here