Homecoming Festival IKA Unpad Buka Ruang Kolaborasi Lintas Generasi

Homecoming Festival IKA Unpad Buka Ruang Kolaborasi Lintas Generasi
Pelepasan balon sebagai tanda peresmian Homecoming Fest IKA Unpad 2026.

Jatinangor, Businessreview.id — Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) menegaskan komitmennya untuk mendukung peningkatan daya saing universitas sekaligus memperluas kontribusi alumni kepada masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Homecoming Festival IKA Unpad 2026 yang digelar di Kampus Unpad Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Dies Natalis ke-69 Universitas Padjadjaran.

IKA Unpad menyatakan alumni dapat menjadi mitra strategis universitas dalam memperkuat riset, jejaring, kemitraan, dan reputasi akademik. Dukungan tersebut juga diarahkan untuk membantu Unpad mencapai target masuk dalam 300 universitas terbaik dunia pada 2029.

Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, mengatakan upaya membangun universitas berkelas dunia membutuhkan keterlibatan seluruh ekosistem kampus, termasuk alumni yang bekerja di berbagai bidang.

“Target menjadi bagian dari 300 universitas terbaik dunia tentu penting karena menunjukkan kualitas dan daya saing Unpad. Tetapi ukuran keberhasilan universitas pada akhirnya tidak hanya terletak pada peringkat,” kata Arief dalam keterangan tertulis.

Menurut dia, pendidikan, riset, inovasi, dan sumber daya yang dimiliki universitas harus dapat menghadirkan solusi bagi masyarakat.

“Yang jauh lebih penting adalah sejauh mana pendidikan, riset, inovasi, dan sumber daya yang kita miliki mampu menghadirkan solusi dan memberikan dampak bagi masyarakat. Untuk itu, kita membutuhkan kolaborasi yang semakin kuat dengan alumni dan seluruh mitra Unpad,” ujarnya.

Homecoming Bukan Sekadar Reuni

Ketua Umum IKA Unpad yang juga Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, mengatakan kegiatan homecoming tidak seharusnya berhenti pada reuni atau nostalgia.

Kepulangan alumni ke kampus, menurut dia, perlu menjadi momentum untuk meninjau kembali kebutuhan almamater dan masyarakat serta menentukan bentuk kontribusi yang dapat dilakukan bersama.

“Homecoming bukan titik akhir ketika alumni berhasil kembali ke kampus. Justru ini menjadi titik awal untuk bertanya: apa lagi yang bisa kita kerjakan bersama?” kata Ferry.

Ia menilai alumni Unpad memiliki pengalaman, pengetahuan, jejaring, dan sumber daya yang dapat dihubungkan dengan berbagai kebutuhan universitas.

“Alumni Unpad memiliki pengalaman, pengetahuan, jejaring, dan sumber daya yang sangat besar. Tantangan kita adalah bagaimana seluruh potensi tersebut semakin terkoneksi dengan kebutuhan universitas dan, yang paling penting, kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 turut dihadiri Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Keduanya merupakan alumni Universitas Padjadjaran.

Kehadiran dua kepala daerah tersebut mencerminkan hubungan Unpad dengan Sumedang sebagai lokasi kampus utama saat ini serta Bandung sebagai kota tempat universitas itu didirikan pada 1957.

Dony mengatakan kedekatan antara kampus dan masyarakat diperlukan agar pengetahuan dan hasil riset dapat diterapkan untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Kampus memiliki pengetahuan dan riset, sementara masyarakat memiliki persoalan nyata yang harus dijawab. Alumni dapat menjadi salah satu penghubung keduanya,” tuturnya.

Baca Juga: Feel Koplo Meriahkan CFD Bekasi dalam Extrajoss Ultimate Takeover

Kontribusi Alumni Tidak Hanya Berupa Dana

Dalam kegiatan tersebut, IKA Unpad juga memperluas pemaknaan mengenai kontribusi alumni. Dukungan kepada almamater tidak selalu harus diberikan dalam bentuk dana.

Alumni dapat berkontribusi melalui kegiatan berbagi pengetahuan, pendampingan mahasiswa, perluasan jejaring, pembukaan kesempatan magang dan kerja, hingga kolaborasi profesional.

Alumni sekaligus dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad, Ira Mirawati, mengatakan perkembangan teknologi membuka lebih banyak jalur bagi alumni muda untuk berkontribusi.

“Alumni bisa berbagi pengalaman kepada mahasiswa, membuka akses magang dan pekerjaan, menjadi mentor, membangun kolaborasi, atau membagikan pengetahuan melalui ruang digital,” kata Ira.

Homecoming Festival menghadirkan beragam kegiatan, antara lain penanaman dan adopsi pohon di Alumni Garden, Career Talk, pentas seni, bazar UMKM dan unit usaha Unpad, kompetisi Mobile Legends, serta Golf Friendly Match.

Sejumlah kegiatan diarahkan untuk mendukung program Green Campus, Dana Abadi Unpad, pengembangan UMKM, dan penggalangan donasi alumni bagi kegiatan sosial.

Rangkaian festival ditutup dengan Jatinangor Music Fest yang menghadirkan Dewa 19, Maliq & D’Essentials, dan Bernadya.

Mengusung tema “Pulang ke Jatinangor, Pulang ke Jati Diri”, festival tersebut diharapkan menjadi ruang pertemuan lintas generasi alumni sekaligus membuka peluang kolaborasi baru.

“Pada akhirnya, pulang ke almamater bukan hanya tentang mengingat apa yang pernah diterima, tetapi juga memutuskan apa yang dapat diberikan kembali,” kata Ferry. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here