businessreview.id – Program Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Angkatan V Tahun 2026 resmi dibuka pada Ahad, 20 September 2026, bertempat di Grand Elhajj Asrama Haji Banten, Cipondoh, Kota Tangerang, Provinsi Banten.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem sertifikasi pembimbing ibadah haji dan umrah melalui kolaborasi antara Kementerian Haji dan Umrah dengan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN). Pelaksanaannya mengacu pada Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 19 Tahun 2025 sebagai salah satu landasan penyelenggaraan sertifikasi pembimbing ibadah haji dan umrah di Indonesia.
Ketua Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Angkatan V Tahun 2026, Dr. H. Cecep Castrawijaya, M.A., dalam laporannya menyampaikan bahwa sertifikasi tersebut memiliki urgensi strategis dalam membangun sistem pembimbingan haji dan umrah yang profesional serta berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan.
Menurutnya, terdapat sejumlah alasan utama yang mendasari pentingnya pelaksanaan sertifikasi, di antaranya standardisasi kompetensi pembimbing, menjamin kualitas layanan bimbingan, menjawab kompleksitas karakteristik jemaah, memperkuat profesionalitas dan integritas pembimbing, serta mendukung tata kelola penyelenggaraan ibadah haji dan umrah di Indonesia.
“Sertifikasi ini memiliki urgensi strategis dalam membangun sistem pembimbingan haji dan umrah yang profesional dan berorientasi pada mutu,” tuturnya.
Salah satu peserta sekaligus pendamping dalam kegiatan sertifikasi tersebut adalah Hj. Umma Yunita Setiawati, Owner Market Place Pengusaha Pelayanan Perjalanan Haji dan Umrah PT Solusi Baitullah Indonesia.
Umma Yunita menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan sertifikasi yang telah berjalan dengan lancar selama satu minggu. Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya para pembimbing dan tour leader perjalanan ibadah haji dan umrah.
“Alhamdulillah, saat ini kami tergabung dalam kegiatan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah. Kegiatan ini telah berjalan dengan lancar selama satu minggu. Harapan kami, para tour leader nantinya semakin mantap dan fokus dalam meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan fikih, serta mengasah keterampilan guna meningkatkan mutu pelayanan kepada jemaah di lapangan,” ungkap Umma Yunita.
Lebih lanjut, Umma Yunita menegaskan bahwa sertifikasi merupakan langkah penting untuk mendorong peningkatan kualitas penyelenggara perjalanan ibadah haji dan umrah, termasuk penyelenggara ibadah haji khusus.
“Harapan kami, dengan adanya sertifikasi ini, kualitas penyelenggaraan ibadah haji, khususnya perjalanan ibadah umrah, semakin meningkat. Sertifikasi diharapkan dapat menjadi instrumen untuk menilai kompetensi, kinerja, dan kualitas pelayanan penyelenggara perjalanan ibadah umrah maupun penyelenggara ibadah haji khusus, sehingga jemaah Indonesia mendapatkan pelayanan yang memenuhi standar, berkualitas, dan memuaskan,” pungkasnya.
Melalui program sertifikasi ini, diharapkan lahir para pembimbing ibadah haji dan umrah yang kompeten, profesional, berintegritas, serta mampu memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik bagi jemaah Indonesia. Dengan demikian, penyelenggaraan ibadah haji dan umrah ke depan dapat semakin berkualitas, aman, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh jemaah.

