Tarif Parkir Naik, Centrepark Soroti Risiko Turunnya Traffic

Tarif Parkir Naik, Centrepark Soroti Risiko Turunnya Traffic
Tarif Parkir Naik, Centrepark Soroti Risiko Turunnya Traffic

Jakarta, Businessreview.id — Centrepark menilai rencana penyesuaian tarif parkir berbasis zonasi di DKI Jakarta perlu dirancang secara hati-hati. Kebijakan itu dinilai dapat membantu mengendalikan penggunaan kendaraan pribadi, tetapi juga berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi di tiap kawasan.

Founder & CEO Centrepark Charles Richard Oentomo mengatakan tarif parkir dapat digunakan sebagai instrumen untuk mengelola permintaan kendaraan pribadi, meningkatkan turnover parkir, sekaligus mendorong penggunaan transportasi publik.

Namun, kenaikan tarif yang terlalu tinggi berpotensi menurunkan jumlah kendaraan dan durasi parkir.

“Perlu dicari titik keseimbangan antara tujuan mengurangi kemacetan, menjaga aktivitas ekonomi suatu kawasan, dan mengoptimalkan pemanfaatan ruang parkir,” ujar Charles dalam keterangan resminya.

Menurut Centrepark, penurunan jumlah kendaraan tidak otomatis membuat pendapatan parkir turun. Pendapatan masih bisa meningkat jika kenaikan tarif lebih besar dibandingkan penurunan volume kendaraan.

Baca Juga: HUT Ke-11, J&T Express Gandeng Tahilalats dengan Hadirkan Diskon Ongkir 40 Persen dan Merchandise Eksklusif

Sebagai ilustrasi, Charles menyebut kenaikan tarif efektif 50 persen dengan penurunan volume kendaraan 15–20 persen masih berpotensi meningkatkan pendapatan. Ia menegaskan angka tersebut hanya contoh, bukan proyeksi Centrepark.

Founder & CEO Centrepark Charles Richard Oentomo

Centrepark menilai besaran tarif sebaiknya disesuaikan dengan karakter kawasan. CBD, pusat komersial, kawasan transit, rumah sakit, dan kawasan residensial memiliki tingkat sensitivitas terhadap harga yang berbeda.

Kenaikan tarif juga dapat mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik, ride-hailing, car pooling, atau mengurangi durasi parkir. Namun, pengawasan dinilai penting agar kendaraan tidak berpindah ke parkir informal atau bahu jalan.

Di sisi lain, penyesuaian tarif dinilai berpotensi membuat investasi gedung parkir lebih menarik. Tingkat pengembalian investasi gedung parkir selama ini sangat bergantung pada tarif, utilisasi, dan perputaran kendaraan.

Jika tarif lebih mencerminkan nilai lahan dan tingkat permintaan, pemerintah juga berpeluang mengoptimalkan lahan yang belum produktif melalui pembangunan gedung parkir, termasuk lewat kerja sama dengan swasta.

Centrepark melihat industri parkir ke depan akan bergerak lebih jauh menjadi bagian dari ekosistem urban mobility, termasuk melalui digitalisasi pembayaran, pemanfaatan data, dan pengelolaan aset berbasis teknologi. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here