Rayakan Satu Dekade di Indonesia, Public Gold Raih Sertifikasi SNI dan Targetkan 200 Cabang di 2030

Rayakan Satu Dekade di Indonesia, Public Gold Raih Sertifikasi SNI dan Targetkan 200 Cabang di 2030
Rayakan Satu Dekade di Indonesia, Public Gold Raih Sertifikasi SNI dan Targetkan 200 Cabang di 2030. (Foto: Dok.BR)

Jakarta, Businessreview.id  – Ketidakpastian ekonomi global akibat dinamika geopolitik, fluktuasi harga minyak, serta pergerakan suku bunga membuat masyarakat kini kian selektif dalam memilih instrumen investasi. Di tengah situasi tersebut, kesadaran publik untuk mengamankan perencanaan keuangan jangka panjang melalui kepemilikan emas terus meningkat.

Emas secara historis telah teruji kemampuannya sebagai lindung nilai (hedge) terhadap inflasi maupun depresiasi mata uang. Bahkan, survei Populix pada Januari 2026 mencatat bahwa emas menjadi aset yang paling dipercaya di Indonesia, dengan 80 persen responden memilihnya sebagai aset aman (safe-haven).

Meskipun demikian, pemahaman masyarakat mengenai pentingnya emas sebagai pelindung nilai kekayaan dirasa masih perlu dioptimalkan. Berangkat dari misi tersebut, perusahaan penyedia logam mulia Public Gold Indonesia memperingati satu dekade kiprahnya di tanah air dengan mempertegas komitmen menguatkan literasi emas secara nasional.

Founder dan Executive Chairman Public Gold Group, Dato’ Wira Louis Ng, mengungkapkan bahwa sejak pertama kali hadir di Indonesia pada 2016, pihaknya konsisten mengedukasi publik agar tidak melihat emas sekadar sebagai perhiasan semata.

“Public Gold Indonesia ingin memberikan makna bagi masyarakat luas tentang pentingnya emas fisik sebagai strategi investasi jangka panjang dan safe-haven asset,” ujar Dato’ Wira Louis Ng dalam pidato perayaan satu dekade Public Gold Indonesia di Ballroom Grand Paragon Hotel, Jakarta Barat, Sabtu (6/6/2026).

Kantongi Sertifikasi SNI untuk Mutu Layanan

Sebagai bentuk pengakuan terhadap kualitas produknya di pasar domestik, Public Gold Indonesia resmi menerima sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI). Penganugerahan ini diserahkan langsung dalam acara Award Recognition Night 2026 yang dihadiri 400 peserta dari Indonesia dan Malaysia, serta disaksikan oleh Wali Kota Jakarta Selatan dan perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sejak memulai perjalanan bisnisnya di Malaysia pada 2008, Public Gold terus memperluas jangkauan operasional globalnya. Di Indonesia, dalam kurun waktu sepuluh tahun, perusahaan telah membangun fondasi ekosistem yang solid, meliputi:

  • Jaringan Fisik: Memiliki 8 kantor cabang operasional, 1 pabrik pengolahan, serta 9 unit Gold ATM untuk memudahkan transaksi nasabah.
  • Basis Pelanggan: Mengakomodasi kebutuhan lebih dari 50.000 pelanggan aktif.
  • Pemberdayaan Mitra: Didukung oleh ribuan Public Gold Business Owner (PGBO) yang tersebar di berbagai wilayah untuk membantu menyebarluaskan literasi keuangan.

Membidik Gen Z dan Mahasiswa Melalui Model Bisnis Unik

Baca Juga: Bidik Konsumen Urban, Renotop Building Expo 2026 Siap Ekspansi ke Dua Mall Besar

Selama ini, investasi emas kerap diidentikkan sebagai instrumen yang hanya ramah bagi kalangan mapan atau orang tua. Namun, pandangan klasik tersebut kini mulai bergeser.

Head of Operations Public Gold Indonesia, Febrina Amalia, menjelaskan bahwa saat ini kelompok usia muda seperti Generasi Z (Gen Z) dan Milenial mulai melek terhadap fungsi emas sebagai protective asset untuk mengamankan nilai tabungan mereka.

“Target klien kami menyasar ke semua level dan lapisan masyarakat, termasuk para mahasiswa. Mayoritas konsumen berada di segmen menengah. Perbedaan mendasar kami terletak pada fokus untuk terus mengedukasi masyarakat,” kata Febrina saat sesi konferensi pers.

Baca Juga: Pudjiadi Prestige Bidik Pasar Premium Lewat SOLEA Lebak Bulus di Tengah Tantangan Industri Properti

Senada dengan hal tersebut, First Founder Dealer PGI Deni Kurniawan menambahkan, masyarakat terkadang bukan tidak bisa menabung, melainkan belum mengetahui cara yang tepat. Melalui Public Gold, publik diajak untuk “mengemaskan Indonesia” secara sadar. Menariknya, sistem di Public Gold juga memberikan nilai tambah. Berbeda dengan toko emas konvensional, di sini konsumen tidak hanya membeli emas fisik, tetapi juga bisa mendapatkan peluang bisnisnya dengan menjadi mitra.

Strategi Jangka Panjang Menuju 2030

Melihat potensi pasar Indonesia yang sangat besar berkat jumlah populasinya, Public Gold optimistis untuk menancapkan akar bisnisnya lebih dalam. Manajemen telah menetapkan peta jalan (roadmap) strategis jangka panjang hingga tahun 2030, yaitu:

  1. Target 10 Juta Pelanggan: Menjangkau basis massa yang lebih luas dalam tiga tahun ke depan guna membangun kemandirian finansial masyarakat.
  2. Ekspansi 200 Cabang: Memperluas aksesibilitas fisik dengan target mendirikan hingga 200 kantor cabang di seluruh wilayah Indonesia pada 2030.

Melalui standarisasi mutu SNI dan ekspansi yang agresif, Public Gold berkomitmen menjadikan emas berkualitas dunia—yang juga telah diakui di London hingga Dubai—sebagai solusi proteksi kekayaan yang inklusif, berkelanjutan, serta dapat diwariskan lintas generasi di Indonesia. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here