Businessreview.id, Jakarta – Jaringan supermarket bahan bangunan Renotop membeberkan strategi inovasi teranyarnya dalam merespons tingginya potensi pasar home improvement di Indonesia. Salah satu langkah konkret yang diambil perusahaan adalah dengan melakukan penetrasi langsung ke pusat perbelanjaan melalui gelaran pameran dari mall ke mall, termasuk ajang Renotop Building Expo (RBE) 2026 yang tengah berlangsung hingga 14 Juni di Lippo Mall Puri, Jakarta Barat.
Founder Renotop, Silva Fresyllya, mengungkapkan bahwa inovasi masuk ke dalam mall ini didasari oleh keinginan perusahaan untuk memangkas jarak dan hadir lebih dekat dengan masyarakat. Lewat konsep ini, Renotop berkolaborasi dengan 20 brand ternama guna memberikan kemudahan berbelanja satu atap (one stop solution).
“Masyarakat itu nggak usah pusing-pusing mencari kebutuhan satu rumah harus berbeda-beda tempat. Makanya kenapa Renotop Building Expo ini ada bekerjasama dengan 20 brand, bahkan nantinya lebih, supaya masyarakat itu mudah. Jadi nggak bingung dan bisa berkonsultasi langsung, supaya nggak salah beli dan akhirnya rugi,” ujar Silva pada saat press converence-nya di lokasi acara expo, (02/06/2026).
Strategi Raih Trafik Tinggi dan Target Transaksi Kilat
Pilihan mengeksplorasi ruang publik di dalam mall dinilai sangat taktis untuk menjaring trafik konsumen urban secara organik. Silva menjelaskan, masyarakat urban yang datang ke mall biasanya memiliki agenda utama untuk makan atau belanja kebutuhan harian. Kehadiran expo di tengah pusat keramaian ini otomatis memberikan stimulasi bagi para pemilik rumah (homeowner), kontraktor, maupun arsitek yang sedang berkunjung.
“Pas kita ada di situ, mereka ngelihat nih, oh ternyata di rumah butuh keran, butuh granit, butuh apa. Jadi mereka bisa sekalian belanja, tanpa mereka harus ke toko bahan bangunan,” tuturnya.
Optimisme Renotop di pertengahan tahun 2026 ini juga didorong oleh catatan pertumbuhan (growth) internal perusahaan yang positif. Tren renovasi rumah dinilai tetap kokoh dan kompetitif. Dari sisi bisnis, target transaksi di RBE 2026 kali ini dipasang cukup tinggi. Pihak manajemen mengestimasikan perputaran nilai transaksi yang biasanya dicapai oleh satu toko konvensional dalam waktu satu bulan, diharapkan mampu diraup hanya dalam waktu satu minggu di ajang pameran ini.
Siapkan Divisi Proyek untuk Pasar Hunian Baru
Meski nama ‘Renotop’ secara historis melekat kuat pada segmen renovasi—berasal dari akronim “Renovasi Top”—perusahaan yang berdiri sejak tahun 1983 ini menegaskan kesiapannya untuk mengawal pembangunan properti dari nol. Kiprah bisnis yang awalnya dikelola secara tradisional oleh generasi pertama kini telah bertransformasi menjadi semi-modern hingga modern market dengan kepemilikan empat cabang di bawah kendali manajemen generasi kedua.
Untuk menangkap peluang di luar sektor renovasi domestik, Renotop telah mengoperasikan divisi khusus sejak tahun lalu, yakni Divisi Proyek.
Divisi ini tercatat telah menangani berbagai portofolio pengadaan material berskala masif, antara lain:
- Pembangunan perumahan dan klaster hunian baru
- Pembangunan gedung sekolah dan universitas
- Proyek fasilitas kesehatan dan rumah sakit
- Pembangunan gedung apartemen dan indekos (kos-kosan)
- Penataan interior dan pengadaan material komersial seperti showroom mobil
Jadwal Ekspansi Berikutnya: Gandaria City September 2026
Kesuksesan RBE di semester pertama ini dipastikan akan berlanjut. Mengingat tingginya antusiasme masyarakat pada pelaksanaan tahun lalu, Renotop menjadwalkan agenda pameran kedua pada paruh kedua tahun ini.
Baca Juga: Punya Bisnis Tapi Masih Stuck? Coba Cek Hal Ini Supaya Bisnismu Naik Level!
Renotop Building Expo berikutnya dikonfirmasi akan menyambangi Mall Gandaria City, Jakarta Selatan. Pameran tersebut akan menempati area atrium utama selama dua pekan penuh, mulai dari 21 September hingga 4 Oktober 2026. Skala pameran di Gandaria City mendatang diproyeksikan akan sama besarnya dengan Lippo Mall Puri, yakni kembali memboyong minimal 20 brand mitra.
Trik Jaga Harga dari Ancaman Inflasi Material
Di tengah dinamika industri bahan bangunan yang kerap dibayangi oleh tren kenaikan harga dari pihak penyuplai (supplier), Renotop menerapkan strategi overstock (penumpukan stok di awal) sebagai langkah perlindungan bagi basis konsumen loyal mereka.
“Biasanya supplier itu kan akan kasih waktu sebelum tanggal sekini naik harga. Nah, kita biasanya untuk menjaga terutama customer loyal, kita infokan ada kenaikan harga tanggal segini. Jadi kalau Bapak/Ibu mau belanja sebelumnya, saya masih bisa memberikan harga lama,” kata Silva menjelaskan triknya mengubah tantangan ekonomi menjadi peluang bisnis.
Selain jaminan stabilitas harga, sepanjang periode expo di bulan Juni 2026 ini, konsumen juga diguyur beragam nilai tambah, mulai dari potongan harga flash sale hingga 70 persen, hingga program hadiah langsung berupa sepeda motor listrik tanpa diundi untuk transaksi tertentu.





