Jakarta, businessreview.id — Di tengah tekanan industri properti akibat kenaikan biaya konstruksi, tingginya harga tanah, serta melemahnya daya beli masyarakat, PT Pudjiadi Prestige Tbk. (PUDP) justru memilih memperkuat ekspansi pada segmen hunian premium melalui peluncuran cluster eksklusif SOLEA Lebak Bulus di Jakarta Selatan.
Proyek yang berdiri di atas lahan seluas 2.600 meter persegi tersebut menjadi salah satu strategi Perseroan untuk tetap tumbuh di tengah kondisi pasar yang semakin selektif.
Vice President PT Pudjiadi Prestige Tbk. Michael Pudjiadi mengatakan, SOLEA Lebak Bulus dirancang untuk menjawab kebutuhan konsumen kelas menengah atas yang kini tidak hanya mencari lokasi strategis, tetapi juga kualitas hidup, privasi, dan kenyamanan dalam satu kawasan hunian.
“SOLEA Lebak Bulus kami rancang sebagai respons terhadap kebutuhan akan hunian yang lebih tenang di tengah dinamika Jakarta. Dengan jumlah unit yang terbatas dan pendekatan desain yang berfokus pada cahaya alami serta keseimbangan ruang, kami ingin menghadirkan pengalaman tinggal yang lebih personal, refined, dan relevan dengan gaya hidup urban masa kini,” ujar Michael dalam paparannya di hadapan awak media, Hotel Jayakarta Jakarta, (04/06/2026).
Mengusung konsep Prestige Living, SOLEA Lebak Bulus terdiri dari hanya 16 unit rumah eksklusif dalam kawasan one gate system dengan keamanan 24 jam.
Dua Tipe SOLEA
Perseroan menghadirkan dua tipe hunian, yakni Tipe SOL dengan luas bangunan 252 meter persegi di atas lahan 112 meter persegi, serta Tipe LEA dengan luas bangunan 303 meter persegi di atas lahan 150 meter persegi. Seluruh unit dibangun setinggi tiga setengah lantai dan dilengkapi area rooftop yang dirancang sebagai ruang hidup tambahan.
Untuk tipe LEA, rooftop dilengkapi area terbuka, ruang duduk, kamar mandi tamu, teras, area hijau, serta opsi lift pribadi. Sementara tipe SOL menghadirkan tambahan kamar tidur, area duduk, teras, area hijau, dan opsi lift.
“Untuk green area kami terapkan taman-taman di pelataran rooftop termasuk juga di lantai lainnya agar rumah tetap terasa sejuk dan segar,” kata Michael.
Hunian ini dipasarkan mulai dari Rp4,9 miliar per unit dengan fasilitas empat kamar tidur utama, satu kamar tambahan, tiga kamar mandi, garasi tiga mobil, rooftop pribadi, keamanan 24 jam, dan akses strategis menuju berbagai fasilitas kota.
Lokasinya berada di kawasan Lebak Bulus dengan akses langsung menuju Jalan RS Fatmawati dan Jalan Karang Tengah Raya. Sejumlah fasilitas penting seperti RS Mayapada, RS Siloam, Singapore Intercultural School (SIS), Cikal School, South Quarter, hingga Gerbang Tol Lebak Bulus dapat dijangkau dengan mudah dari kawasan ini.
Michael mengungkapkan Perseroan menargetkan seluruh unit SOLEA Lebak Bulus dapat terserap pasar hingga 2028. Untuk tahun 2026, target penjualan yang dipasang mencapai tiga unit.
Menurutnya, strategi utama perusahaan bukan mengandalkan diskon besar ataupun promosi agresif, melainkan menjaga kualitas produk sesuai janji yang diberikan kepada konsumen.
“Kami fokus menjual kualitas hunian. Komitmen kami adalah menghadirkan rumah yang memiliki good looking feel, luxury, dan memberikan pengalaman tinggal yang berbeda bagi pemiliknya,” ujarnya.
Tantangan Industri Properti Masih Berat
Di tengah peluncuran proyek baru tersebut, Perseroan mengakui industri properti masih menghadapi sejumlah tantangan besar sepanjang 2025 hingga 2026.
Kenaikan harga material konstruksi akibat tekanan ekonomi global, pelemahan nilai tukar rupiah, serta meningkatnya biaya energi menjadi faktor yang membuat biaya pembangunan terus meningkat.
Selain itu, tingginya harga tanah di kota-kota besar juga membuat kebutuhan modal awal proyek semakin besar dan mempersempit ruang ekspansi pengembang.
Daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih turut menjadi tantangan tersendiri, terutama pada segmen pasar menengah yang saat ini lebih memprioritaskan kebutuhan pokok dibandingkan pembelian properti.
Perseroan juga menyoroti persoalan birokrasi dan perizinan yang dinilai masih menjadi hambatan investasi di sektor properti.
Sebagai respons atas tantangan tersebut, Pudjiadi Prestige menjalankan sejumlah strategi mulai dari fokus pada lokasi yang memiliki permintaan kuat, pengembangan segmen luxury residence, renovasi aset dengan konsep yang lebih sesuai kebutuhan pasar, efisiensi operasional, hingga optimalisasi pemasaran digital dan penguatan sumber daya manusia.
Melalui SOLEA Lebak Bulus, Perseroan berharap dapat memperkuat portofolio hunian premium sekaligus menangkap perubahan preferensi konsumen yang kini semakin mengutamakan kualitas hidup, eksklusivitas, dan pengalaman tinggal yang lebih personal di tengah padatnya kota metropolitan. (*)





