Jakarta, Businessreview.id – Permintaan hunian sewa jangka menengah di Bali mulai bergeser mengikuti perubahan profil pendatang. Tidak lagi didominasi wisatawan, kebutuhan tempat tinggal kini juga datang dari kalangan profesional dan pekerja lepas yang menjalani relokasi sementara maupun proyek jangka pendek.
Perubahan tersebut mendorong Cove memperluas portofolio kamar sewa fleksibel di Bali. Perusahaan penyedia hunian co-living itu mencatat jumlah kamar yang disewakan secara bulanan meningkat 100 persen sejak awal 2026.
Country Director of Growth and VP of Online Marketing Cove, Dian Paskalis, mengatakan mobilitas generasi muda ke Bali tidak lagi semata-mata didorong kepentingan wisata.
“Cove melihat bahwa pergerakan Gen Z dan milenial ke Bali kini tidak lagi hanya untuk wisata, namun juga bekerja,” ujar Dian dalam keterangan tertulis, Rabu (16/9/2026).
Menurut dia, mayoritas penghuni bulanan Cove di Bali menyewa kamar selama satu hingga dua bulan. Pola tersebut memperlihatkan kebutuhan tempat tinggal yang berkaitan dengan relokasi sementara, pelaksanaan proyek, serta pekerjaan lepas.
Durasi itu berada di antara pasar hotel yang umumnya melayani sewa harian dan rumah kontrakan yang cenderung menerapkan masa sewa tahunan. Celah tersebut kemudian diisi melalui kamar siap huni dengan skema sewa bulanan.
Perkembangan pasar sewa ini berlangsung ketika perekonomian Bali tetap tumbuh di tengah tantangan sektor pariwisata. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, ekonomi Bali tumbuh 5,78 persen secara tahunan pada triwulan II 2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional sebesar 5,29 persen.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Catatan Sipil Provinsi Bali juga mencatat sebanyak 300.258 penduduk datang ke Bali sepanjang 2025. Pertumbuhan ekonomi dan ketersediaan pekerjaan disebut menjadi faktor pendorong perpindahan tersebut.
Pekerja Domestik Mendominasi
Data internal Cove menunjukkan warga negara Indonesia mendominasi penghuni kamar bulanannya di Bali dengan porsi 76 persen. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan penghuni asing.
Berdasarkan kelompok usia, penghuni berumur 25–29 tahun menjadi segmen terbesar dengan porsi 29 persen. Sementara itu, dilihat dari latar belakang pekerjaan, sebanyak 46,6 persen merupakan pekerja profesional dan 22,7 persen adalah pekerja lepas.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan menjadi salah satu alasan penting di balik meningkatnya kebutuhan hunian bulanan di Pulau Dewata.
Harga juga menjadi pertimbangan utama. Permintaan kamar bulanan Cove di Bali terkonsentrasi pada properti dengan tarif sewa di bawah Rp5 juta per bulan, terlepas dari lokasi properti.
Karakter tersebut berbeda dengan pasar sewa di kawasan metropolitan seperti Jabodetabek, yang permintaannya lebih banyak dipengaruhi lokasi serta kemudahan akses menuju pusat kegiatan.
Baca Juga: RYIL Hadir di Sutera Rasuna, Tawarkan Lima Tipe Hunian hingga 168 Meter Persegi
Denpasar Kuasai 79 Persen Permintaan
Di antara sejumlah area operasional Cove di Bali, Denpasar mencatat tingkat keterisian kamar bulanan tertinggi. Okupansi di ibu kota Provinsi Bali tersebut diklaim mencapai lima kali lipat dibandingkan area operasional lainnya.
Sebanyak 79 persen penghuni kamar bulanan Cove di Bali memilih tinggal di Denpasar. Tingginya permintaan sejalan dengan posisi kota tersebut sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, jasa, pendidikan, dan kegiatan ekonomi.
Denpasar juga menjadi salah satu tujuan utama pendatang yang berpindah ke Bali. Selain memiliki basis lapangan kerja yang lebih luas, kawasan ini berdekatan dengan sejumlah pusat pertumbuhan baru, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus Sanur yang dikembangkan dengan fokus pada layanan kesehatan.
Pertumbuhan aktivitas ekonomi di luar kawasan wisata tradisional dinilai akan memperluas kebutuhan hunian sewa dengan durasi dan rentang harga yang lebih beragam.
“Dengan berkembangnya aktivitas ekonomi di luar kawasan wisata utama Bali, Cove melihat kebutuhan akan hunian sewa yang lebih beragam akan turut tumbuh,” kata Dian.
Ia menambahkan, perusahaan akan terus menambah portofolio hunian sewa fleksibel di Bali dengan mengikuti perkembangan permintaan pasar.
Saat ini Cove mengoperasikan properti di lebih dari 200 lokasi di Indonesia dan melayani lebih dari 30.000 penghuni serta wisatawan setiap bulan. Jaringan propertinya tersebar di Jabodetabek, Bandung, Bali, dan Surabaya.
Pertumbuhan kamar bulanan di Bali memperlihatkan bahwa pasar hunian sewa di daerah tujuan wisata tidak hanya bergantung pada pergerakan wisatawan. Mobilitas tenaga kerja dan berkembangnya pusat ekonomi baru mulai membentuk segmen penyewa dengan kebutuhan yang berbeda dari pasar akomodasi harian. (*)




