Asosiasi Internasional Imam Al-Bukhari Resmi Dibentuk

Asosiasi Internasional Imam Al-Bukhari Resmi Dibentuk
Direktur Pusat Penelitian Internasional Imam Bukhari, Shovosil Ziyodov menerima karpet Rawzati yang diberkahi sebagai duplikat sajadah milik Rasulullah SAW dari Prof.Dr Fahmi Ahmad dari Universitas Imam Azam Abu Hanifa Nu’man Irak.

Samarkand, Businessreview.id – Salah satu pengumuman paling penting dari Konferensi Internasional “Al-Jami’ as-Sahih karya Imam Bukhari – Kitab Umat” yang berlangsung di Kompleks Memorial Imam Bukhari, Samarkand pada 9-10 Juli 2026 adalah inisiatif pendirian Asosiasi Internasional Imam Al-Bukhari oleh Direktur Jenderal ICESCO, Dr. Salim M. Al Malik, bekerja sama dengan Pusat Peradaban Islam di Tashkent. Asosiasi ini akan menjadi platform ilmiah global yang melayani warisan Imam Bukhari, memperkuat posisinya dalam kesadaran ilmiah dan kemanusiaan, serta mendorong studi mendalam tentang kehidupan, metodologi, dan kontribusi peradabannya dalam melayani sunnah Nabi.

Konferensi yang dipandu oleh Direktur Pusat Penelitian Internasional Imam Bukhari, Shovosil Ziyodov ini juga melahirkan Deklarasi Samarkand: Warisan Imam Bukhari sebagai “Kitab Umat” yang menegaskan bahwa Sunnah Nabi adalah sumber hukum kedua setelah Al-Qur’an dan keduanya tidak terpisahkan. Deklarasi ini juga menyerukan pembentukan ilmu sejarah hadis, mendorong peneliti untuk mempelajari berbagai jenis hadis, serta membantah klaim-klaim yang dilontarkan sebagian pihak terhadap hadis Nabi. Dokumen ini juga menekankan pentingnya pembaruan metodologi studi hadis dan pendekatan historis dalam berargumentasi, serta menyoroti bahwa studi hadis melampaui aspek legislatif hingga mencakup nilai-nilai peradaban dalam teks keagamaan.

Rekomendasi operasional konferensi ini meliputi peluncuran “Al-Bukhari Route” di bawah naungan Presiden Uzbekistan untuk menyoroti pertukaran budaya dan keilmuan dari peredaran Sahih Al-Bukhari di pusat-pusat peradaban Islam dunia. Konferensi juga merekomendasikan penyelenggaraan konferensi internasional dua tahunan yang didedikasikan untuk tokoh terkemuka peradaban Islam, dengan konferensi berikutnya untuk Imam Muslim dan Sahih-nya.

Selain itu disepakati pula Peluncuran Penghargaan Internasional Al-Bukhari, penerbitan ensiklopedia ilmiah tentang Imam Bukhari beserta guru-guru, murid-murid, dan kitabnya, serta pendirian jaringan universitas dan institusi yang mengkhususkan diri dalam pengajaran Sahih Al-Bukhari turut menjadi rekomendasi penting.

Deklarasi ini juga melahirkan visi akan segera diproduksi film dokumenter tentang kehidupan Imam Bukhari, penerbitan kitab yang mendokumentasikan perjalanan Imam Bukhari dalam menuntut ilmu, pembuatan platform digital untuk memantau publikasi tentang Sahih Al-Bukhari, serta pendirian institut ilmiah di Kompleks Imam Bukhari di Samarkand untuk mendekatkan pemahaman hadis dan sunnah Nabi.

Menanggapi Deklarasi Samarkand, perwakilan Indonesia KH Muhammad Zaitun Rasmin menyampaikan dukungan penuh dan apresiasi mendalam. Menurutnya, berbagai inisiatif global  yang dihasilkan dalam Deklarasi tersebut sangat strategis dan sejalan dengan upaya Indonesia dalam memperkuat peran pesantren dan keilmuan Islam Nusantara di kancah global.

Baca Juga: Perkuat Logistik Sumatra, TRINLAND Gelar Topping Off Storage House Holdwell Business Park Lampung

Indonesia, dengan kekayaan naskah kuno Nusantara, tradisi keilmuan pesantren, serta keberagaman budaya Islamnya, memiliki modal besar untuk berkontribusi aktif dalam Aliansi Dunia dan Perpustakaan Digital Peradaban Islam. KH Muhammad Zaitun Rasmin menyatakan kesiapan Indonesia untuk mengisi platform digital tersebut dengan manuskrip-manuskrip ulama Nusantara yang selama ini masih tersimpan rapi di berbagai pondok pesantren. (rfz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here