Jakarta, Businessreview.id – Pindad Maung Garuda mulai digunakan sebagai kendaraan dinas sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Kendaraan berkarakter sport utility vehicle atau SUV tersebut menarik perhatian karena memiliki tampilan berbeda dibandingkan mobil dinas pejabat yang umumnya berupa sedan premium.
Mobil tersebut merupakan pengembangan dari platform Maung MV3 produksi PT Pindad. Untuk kendaraan kepresidenan, Pindad menamainya MV3 Garuda Limousine, sedangkan spesifikasi kendaraan yang digunakan menteri disebut tidak sepenuhnya sama.
Sejumlah laporan memperkirakan harga Maung Garuda berada pada rentang Rp700 juta hingga Rp1 miliar per unit. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga pernah menyebut harga kendaraan itu berada di kisaran tersebut. Namun, nilai pastinya dapat berbeda bergantung pada spesifikasi keamanan dan kelengkapan setiap kendaraan.
Sampai saat ini, Pindad belum memublikasikan daftar harga resmi Maung Garuda untuk kendaraan dinas menteri. Karena itu, angka Rp700 juta hingga Rp1 miliar sebaiknya dipahami sebagai perkiraan, bukan harga pengadaan yang telah dikonfirmasi.
Versi untuk presiden juga tidak dapat langsung dijadikan acuan harga kendaraan menteri. Kendaraan kepresidenan memiliki kebutuhan pengamanan yang lebih tinggi, termasuk perlindungan balistik dan penyesuaian khusus pada kabin.
Dibekali Proteksi Antipeluru
Berdasarkan keterangan resmi Pindad, MV3 Garuda Limousine memiliki bobot sekitar 2,95 ton. Kendaraan itu mempunyai panjang 5,05 meter, lebar 2,06 meter, dan tinggi 1,87 meter.
Jantung pacunya menghasilkan tenaga 202 PS atau sekitar 199 HP. Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi otomatis delapan percepatan. Kecepatan maksimalnya dibatasi hingga 100 kilometer per jam.
Aspek keamanan menjadi salah satu pembeda utama kendaraan ini. Bagian bodi menggunakan material composite armor yang dirancang menahan munisi kaliber 7,62 x 51 milimeter NATO ball dan 5,56 x 45 milimeter M193.
Kaca kendaraan memiliki perlindungan balistik tingkat B5/B6. Maung Garuda juga menggunakan ban berukuran R21 berjenis run-flat tyre, sehingga kendaraan masih dapat melaju ketika ban mengalami kebocoran.
Kabin Dirancang untuk Pejabat Negara
Selain menawarkan perlindungan, MV3 Garuda Limousine dilengkapi kabin yang dirancang untuk memberikan kenyamanan kepada penumpang. Interiornya menggunakan aksen kayu serta kursi elektronik, termasuk konfigurasi captain seat.
Sejumlah perlengkapan yang tersedia meliputi layar utama berukuran 12 inci, kamera 360 derajat, televisi LED, ruang penyimpanan berpendingin, dan koneksi Wi-Fi portabel. Pijakan kaki otomatis juga ditempatkan di sisi kendaraan untuk memudahkan akses keluar dan masuk.
Baca Juga: Samsung Galaxy Tab S12 Series Resmi Dijual di Indonesia, Harga Mulai Rp21,9 Juta
Akan tetapi, tidak seluruh kelengkapan pada kendaraan kepresidenan otomatis diterapkan pada unit untuk menteri. Perbedaan tingkat perlindungan, desain kabin, dan fitur tambahan akan memengaruhi biaya produksi setiap kendaraan.
Penggunaan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas bukan hanya berkaitan dengan pergantian jenis mobil pejabat. Kebijakan tersebut juga membawa agenda penggunaan produk dalam negeri dan pengembangan ekosistem industri otomotif nasional.
Pindad menyebut platform MV3 telah dikembangkan menjadi beberapa varian, antara lain Tangguh, Jelajah, Komando, dan Garuda Limousine. Pengembangan tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan operasional dengan fungsi yang berbeda.
Meski demikian, transparansi tetap diperlukan, terutama menyangkut jumlah unit, nilai kontrak, spesifikasi setiap varian, serta sumber anggaran pengadaan. Tanpa data tersebut, harga pasti Maung Garuda untuk kendaraan dinas menteri belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan harga kendaraan kepresidenan.




