Surabaya, businessreview.id – TACO kembali mengikuti IndoBuildTech Surabaya 2026 yang berlangsung pada 17–20 September 2026 di Grand City Convex, Surabaya. Dalam pameran ini, TACO menampilkan sejumlah solusi material bangunan melalui instalasi yang menggabungkan produk, desain ruang, dan pengalaman visual.
Salah satu instalasi yang dihadirkan adalah “Prismatic Journey”, hasil kolaborasi TACO dengan Helen Agustine Studio. Konsep tersebut sebelumnya diperkenalkan pada IndoBuildTech Jakarta, kemudian dikurasi ulang dengan mempertimbangkan karakter pasar serta preferensi pengunjung di Surabaya.
Penyesuaian itu dilakukan agar instalasi tidak sekadar dipindahkan dari satu pameran ke pameran lain. Produk ditampilkan sebagai bagian dari pengalaman ruang sehingga pengunjung dapat melihat konteks penggunaan material secara lebih konkret.
General Manager Project & Community Development TACO, Andika Tjandra, mengatakan Surabaya menjadi pasar penting karena memiliki kebutuhan desain dan industri yang beragam.
“Jawa Timur memiliki karakter desain dan kebutuhan industri yang beragam, sehingga pendekatan kami tidak sekadar memindahkan booth, tetapi menghadirkan ruang eksplorasi,” ujar Andika dalam keterangan resminya.
Material Ditampilkan melalui Instalasi Kinetik
TACO juga membawa TACOmpact Kinetic Showcase, instalasi kinetik yang menampilkan karakter material melalui elemen bergerak. Pendekatan ini memungkinkan pengunjung tidak hanya melihat sampel produk, tetapi juga mengamati tekstur, warna, pola, serta penerapannya dalam sebuah komposisi ruang.
Ragam produk yang ditampilkan meliputi laminasi, lantai vinyl dan stone plastic composite atau SPC, perekat, perangkat keras arsitektur, FIDECO Wall Panel, aluminium composite panel atau ACP, serta panel plafon Hyperfon dan Superfon.
Selain lini produk yang telah tersedia, TACO memperkenalkan varian baru FIDECO 3D Wall Panel dan sejumlah produk sealant. Perusahaan juga menampilkan inovasi lantai vinyl serta SPC antibakteri untuk menjawab kebutuhan material pada ruang dengan intensitas penggunaan tinggi.

Salah satu produk yang diperkenalkan adalah Nexacore 600 dengan ketebalan 6 milimeter. Produk tersebut diarahkan untuk mendukung aplikasi pada area dengan tingkat aktivitas tinggi yang membutuhkan ketahanan material lebih besar.
Kehadiran TACO di Surabaya juga berkaitan dengan penggunaan produknya pada sejumlah proyek di Jawa Timur. Aplikasinya mencakup kawasan komersial, fasilitas olahraga, proyek perhotelan, sekolah, rumah sakit, dan perguruan tinggi.
Beberapa proyek yang disebut telah menggunakan produk TACO antara lain RS Siloam Surabaya, Common Grounds, Sekolah Dian Harapan, serta sejumlah universitas negeri.
Manfaatkan Sisa Produksi HPL
Aspek keberlanjutan turut menjadi bagian dari tampilan booth TACO. Perusahaan kembali berkolaborasi dengan Robries untuk mengolah sisa produksi high-pressure laminate atau HPL menjadi panel yang digunakan sebagai elemen desain.
Pemanfaatan kembali material tersebut menjadi bagian dari prinsip Zero Waste TACO. Sisa produksi tidak langsung dibuang, tetapi diolah menjadi material baru yang memiliki fungsi dan nilai visual.
Baca Juga: RYIL Hadir di Sutera Rasuna, Tawarkan Lima Tipe Hunian hingga 168 Meter Persegi
Namun, pendekatan keberlanjutan pada industri material tidak cukup berhenti pada penggunaan sisa produksi sebagai instalasi pameran. Konsistensi pengurangan limbah dalam proses manufaktur, ketahanan produk, serta kemampuan material untuk digunakan kembali akan menjadi ukuran yang lebih relevan dalam jangka panjang.
Melalui IndoBuildTech Surabaya 2026, TACO berupaya mendekatkan produk kepada arsitek, desainer interior, kontraktor, dan pelaku industri di Jawa Timur. Pameran ini juga menjadi ruang untuk memperlihatkan bagaimana material dapat diterapkan sebagai bagian dari fungsi sekaligus pembentuk karakter desain. (*)




