Padukan Estetika dan Keselamatan, Schneider Electric Luncurkan Akademi Teknisi Listrik Nasional

Padukan Estetika dan Keselamatan, Schneider Electric Luncurkan Akademi Teknisi Listrik Nasional
Melalui Electricity Safety Corner, Schneider Electric mengedukasi pengunjung tentang pentingnya perangkat proteksi kelistrikan seperti MCB, RCCB/GPAS, dan RCBO untuk membantu melindungi hunian dari risiko kelistrikan.

Tangerang, businessreview.id — Keamanan sistem kelistrikan acapkali luput dari perhatian pemilik rumah demi mengejar aspek visual bangunan. Padahal, rancangan hunian modern yang ideal menuntut keseimbangan yang menyeluruh antara desain interior, fungsionalitas perangkat, hingga proteksi arus listrik. Merespons kebutuhan tersebut, perusahaan teknologi energi global, Schneider Electric, mengusung tema “Rumah Nyaman, Listrik Aman” dalam ajang IndoBuildTech Expo 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang (8–12 Juli 2026).

Melalui momentum pameran ini, Schneider Electric memperkenalkan inovasi visual pada sakelar premium, sekaligus menginisiasi program peningkatan kompetensi nasional bagi para tenaga kelistrikan melalui peluncuran Schneider Electric Electrician Academy.

Ahmad Saiful, BVP Home Solutions Schneider Electric Indonesia, menegaskan bahwa evolusi kebutuhan pasar domestik saat ini tidak hanya menuntut produk yang andal, melainkan juga ekosistem instalasi yang aman. “Di IndoBuildTech Expo 2026, kami ingin menunjukkan bahwa hunian modern perlu dirancang secara menyeluruh, mulai dari kenyamanan, estetika, hingga keamanan kelistrikannya. Berbekal pengalaman panjang global dan domestik, kami terus memahami dinamika ini,” ujar Ahmad dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 8 Juli 2026.

Eksplorasi Desain Personal Melalui Media Sakelar

Salah satu daya tarik utama yang dihadirkan tahun ini adalah kolaborasi Schneider Electric bersama ilustrator dan kreator visual Sifa Adni Qolby, yang populer dengan nama Room.533. Mengusung konsep “The Art of Feeling at Home”, kolaborasi ini menelurkan 10 desain eksklusif bertema objek keseharian untuk diterapkan pada AvatarOn, lini sakelar premium customizable produksi Schneider Electric.

Sifa Adni Qolby mengungkapkan, detail kecil di dalam rumah seperti sakelar dinding pada dasarnya mampu membentuk kedekatan emosional dan menghidupkan karakter ruang jika dipersonalisasi dengan tepat. “Jika furnitur, lampu, atau dekorasi bisa mencerminkan kepribadian seseorang, sakelar di dinding pun bisa menjadi bagian dari ekspresi yang membuat ruang terasa lebih hidup dan lebih personal,” tutur Sifa.

Dari segi spesifikasi teknik, lini AvatarOn—yang sempat memenangi iF Design Award 2017—dilengkapi penutup (cover) yang mudah diganti dan dicetak menggunakan motif, warna, hingga foto khusus. Guna menopang beban perangkat elektronik modern di Indonesia, sakelar ini dibekali kapasitas beban arus hingga 16 Ampere (AX), lebih tinggi dari standar pasar kelistrikan domestik yang umumnya masih berkisar di angka 10AX.

Materialnya memanfaatkan polikarbonat tahan benturan dan panas yang tidak merambatkan api—lolos pengujian glow-wire hingga 850°C—serta dilapisi proteksi anti-UV agar warnanya tidak memudar. Keunggulan mekanisnya bertumpu pada SS Mechanism Switch dengan sudut ayunan sakelar hanya tiga derajat, berfungsi meredam suara klik sekaligus meminimalkan risiko loncatan api listrik.

Inisiasi Gerakan Listrik Aman dan Standardisasi Kompetensi

Di samping menawarkan keunggulan estetika, Schneider Electric mempertegas komitmen keselamatan melalui Gerakan Listrik Aman dengan mengampanyekan penggunaan produk proteksi asli lewat tagar #YangAsliYangMelindungi. Perusahaan menampilkan rangkaian produk Domae, meliputi MCB untuk memitigasi korsleting dan arus berlebih, RCCB atau Gawai Proteksi Arus Sisa (GPAS) untuk mengantisipasi risiko sengatan akibat arus bocor, hingga perangkat hibrida RCBO.

Baca Juga: Genjot Efisiensi Tekstil, Epson Luncurkan Printer Dye-Sublimation Jumbo SC-F20030

Guna memastikan produk-produk proteksi ini dipasang sesuai standar baku industri, Schneider Electric resmi menggulirkan Schneider Electric Electrician Academy. Program peningkatan kompetensi berskala nasional ini menyasar para teknisi listrik, pelaku retail, serta tenaga penjual toko alat kelistrikan. Dalam pelaksanaannya, perusahaan bermitra dengan PT Dana Purna Investama (DPI), sebuah perusahaan penyedia layanan manajemen fasilitas gedung, sebagai penyedia jaringan peserta.

Program akademi ini menargetkan jangkauan hingga 8.000 peserta untuk memperkuat profesionalisme ekosistem kelistrikan nasional. Berlangsung secara digital mulai Juli hingga Desember 2026, kurikulum akademi mencakup modul pembelajaran praktik instalasi aman, webinar bulanan, kuis evaluasi, hingga kesempatan memperoleh pendanaan sertifikasi kompetensi resmi.

Baca Juga: in-Lite LED Hadirkan Paviliun “The Matter of Light” di IndoBuildTech 2026

“Kami percaya instalasi listrik yang aman tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kompetensi para profesional dan pelaku ekosistem kelistrikan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat,” kata Ahmad Saiful.

Chief Training PT Dana Purna Investama, Yosua Pengayoman, menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, kurikulum yang diajarkan sangat relevan dengan tuntutan dunia industri modern yang mewajibkan penegakan budaya keselamatan kelistrikan yang andal dan sesuai standar regulasi nasional maupun internasional. Bagi calon peserta yang berminat, pendaftaran program ini dibuka secara mandiri melalui aplikasi mySchneider di Google Play Store dan App Store. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here