Saat CEO Turun ke Kelas: Ini Cara Centrepark Membangun Kepedulian dari Ruang Sekolah

Saat CEO Turun ke Kelas: Ini Cara Centrepark Membangun Kepedulian dari Ruang Sekolah
Saat CEO Turun ke Kelas: Ini Cara Centrepark Membangun Kepedulian dari Ruang Sekolah. (Foto: Dok. Centre PArk)

Jakarta, businessreview.id — Di tengah dunia korporasi yang semakin kompetitif dan berorientasi target, langkah seorang CEO duduk bersama anak-anak sekolah dasar mungkin terdengar tidak biasa.

Namun itulah yang dilakukan Charles Richard Oentomo ketika hadir langsung di SD Cipicung 05, Cileungsi, bersama relawan dari komunitas 1000 Guru dan karyawan Centrepark Group dalam program EduCARE Journey.

Di sekolah itu, ruang kelas tidak hanya menjadi tempat belajar formal, tetapi berubah menjadi ruang interaksi, permainan edukatif, dan percakapan sederhana yang menghadirkan semangat baru bagi anak-anak.

Bagi Centrepark, program tersebut bukan sekadar kegiatan CSR tahunan, melainkan bagian dari cara perusahaan membangun budaya kepedulian yang lebih nyata dan personal.

“Saya percaya perusahaan yang baik bukan hanya dilihat dari seberapa besar bisnisnya bertumbuh, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang bisa diberikan untuk masyarakat,” ujar Charles Richard Oentomo selaku CEO & President Director Centrepark Group dalam keterangan resminya kepada redaksi.

CSR yang Tidak Berhenti di Ruang Meeting

Di banyak perusahaan, program CSR sering berhenti pada donasi atau kegiatan simbolis. Namun melalui EduCARE Journey, Centrepark Group mencoba membangun pendekatan yang lebih dekat secara emosional.

Karyawan yang disebut sebagai C-People turun langsung ke sekolah-sekolah untuk mengajar, bermain, dan berinteraksi dengan anak-anak di berbagai daerah.

Program tersebut telah berjalan di sejumlah wilayah seperti Belitung, Sumba, Gili Trawangan, Pahawang, Bogor, Rote Ndao, hingga Cileungsi.

Setiap daerah menghadirkan cerita yang berbeda, namun satu hal yang disebut selalu sama adalah antusiasme anak-anak ketika merasa diperhatikan dan didengar.

Centrepark menilai kehadiran fisik dan keterlibatan langsung menjadi aspek penting dalam membangun dampak sosial yang lebih bermakna.

Baca Juga: South West Western Australia Hadirkan Ragam Pengalaman Baru untuk Itinerary Perjalanan Wisata 2026

Belajar dari Anak-Anak

Menariknya, program ini disebut tidak hanya memberi pengalaman bagi siswa, tetapi juga bagi para relawan dan karyawan perusahaan.

Dalam berbagai kunjungan, banyak relawan justru merasa belajar kembali tentang ketulusan, rasa ingin tahu, dan semangat sederhana dari anak-anak di daerah.

Bagi Charles Richard Oentomo, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari makna kepemimpinan.

“Kepemimpinan yang bermakna adalah ketika kita mau hadir, mendengar, dan belajar dari siapa saja, termasuk dari anak-anak,” ujarnya.

Kolaborasi Korporasi dan Komunitas

Program EduCARE Journey dijalankan bersama komunitas 1000 Guru yang selama ini dikenal aktif menjangkau pendidikan di berbagai daerah Indonesia.

Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kombinasi antara sumber daya korporasi dan pengalaman lapangan komunitas pendidikan.

Centrepark membawa dukungan operasional dan kultur perusahaan, sementara 1000 Guru menghadirkan pendekatan pengajaran yang lebih dekat dengan kebutuhan anak-anak di daerah.

Ke depan, program ini disebut akan terus diperluas ke lebih banyak kota dan sekolah di Indonesia. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here