
Jakarta, businessreview.id – Industri properti komersial di Indonesia kini menghadapi tantangan baru dalam memastikan kenyamanan pengunjung secara menyeluruh. Di tengah pergeseran perilaku konsumen yang semakin mengutamakan kemudahan dan kecepatan, sistem perparkiran modern kini tidak lagi dipandang sebagai fasilitas operasional pendukung, melainkan bagian dari strategi bisnis dan penentu kualitas sebuah properti.
Menjawab tantangan tersebut, Centrepark selaku perusahaan Smart Mobility Parking Solution terus memperkuat komitmennya dalam memperluas ekosistem pembayaran non-tunai (cashless) di tanah air.
Langkah taktis teranyar diwujudkan melalui modernisasi pengelolaan area parkir di 23 Semarang Shopping Center. Melalui penerapan sistem cashless berbasis kartu uang elektronik, pengunjung pusat perbelanjaan tersebut kini cukup melakukan ketukan (tap) kartu saat masuk dan keluar tanpa perlu mengantre di loket pembayaran tunai.
Pengalaman Pengunjung Dimulai dari Area Parkir
Bagi pengelola properti, kelancaran arus kendaraan di pintu masuk dan keluar memiliki korelasi langsung terhadap kepuasan konsumen. Centrepark menilai bahwa area parkir merupakan cerminan awal dari kualitas pelayanan sebuah gedung komersial.
“Pengalaman pengunjung dimulai bukan dari pintu mal, melainkan dari momen pertama kendaraan memasuki area parkir. Kelancaran akses, kemudahan pembayaran, dan rasa aman di area parkir secara langsung memengaruhi kesan pengunjung terhadap keseluruhan properti,” ujar CEO & President Director Centrepark Group, Charles Richard Oentomo, dalam keterangan tertulis, 12 Juni 2026.
Perspektif baru ini sejalan dengan tren global di industri real estat komersial. Saat ini, tata kelola perparkiran telah berevolusi menjadi bagian integral dari pengembangan konsep bangunan pintar (smart building) dan mobilitas pintar (smart mobility).
Melihat pertumbuhan pusat perbelanjaan dan kawasan komersial yang masif di Indonesia, preferensi masyarakat dilaporkan bergerak cepat ke arah digitalisasi tersebut.
Baca Juga: Rayakan Satu Dekade di Indonesia, Public Gold Raih Sertifikasi SNI dan Targetkan 200 Cabang di 2030
Perkuat Posisi sebagai Mitra Strategis Properti
Hingga pertengahan tahun 2026, Centrepark telah mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam industri manajemen parkir nasional dengan mencatatkan sejumlah portofolio operasional:
- Jaringan Lokasi: Mengelola lebih dari 800 titik area parkir di seluruh Indonesia.
- Cakupan Properti: Meliputi pusat perbelanjaan (mal), gedung perkantoran, rumah sakit, kawasan komersial terpadu, hingga fasilitas publik.
- Sumber Daya Manusia: Didukung oleh lebih dari 3.000 tenaga profesional di bidangnya.
Meningkatnya tren transaksi non-tunai dalam beberapa tahun terakhir menjadi sinyal kuat bagi Centrepark bahwa pasar domestik menuntut standar layanan yang lebih tinggi. Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk terus mengintegrasikan sistem berbasis teknologi di seluruh jaringan lokasi guna meningkatkan nilai tambah (value) bagi para pemilik properti sekaligus memberikan kenyamanan bagi publik. (*)




