Jakarta, Businessreview.id — Produsen material interior TACO menggandeng Palette Studio untuk menghadirkan karya instalasi “The Curiosity Engine” dalam pameran Art Jakarta 2026. Kolaborasi tersebut memanfaatkan sejumlah produk dan sisa material produksi sebagai medium penciptaan karya seni.
Keterlibatan tahun ini menandai partisipasi keenam TACO di Art Jakarta. Melalui kolaborasi tersebut, perusahaan berupaya memperluas penggunaan material interior yang umumnya ditempatkan sebagai elemen fungsional menjadi bagian dari proses penciptaan karya.
Chief Marketing Officer TACO Anastasia Tirtabudi mengatakan, “The Curiosity Engine” dikembangkan dengan menggunakan sejumlah material yang tersisa dari proses produksi.
“Semangat Explore New Horizons bagi kami bukan hanya tentang menemukan sesuatu yang baru, tetapi juga tentang keberanian untuk melihat kembali hal-hal yang sudah familiar dari perspektif berbeda,” kata Anastasia dalam keterangan tertulis, Kamis (2/10/2026).
Menurut dia, pendekatan Palette Studio dalam mengeksplorasi bentuk, material, dan pengalaman ruang sejalan dengan gagasan yang ingin dibawa TACO dalam pameran tersebut.
“Sejalan dengan komitmen TACO terhadap zero waste, untuk karya ini kami menggunakan material yang tersisa dari proses produksi. Jadi, kami mencoba menunjukkan bahwa sisa material pun tetap dapat memiliki nilai dan peran baru,” ujarnya.
Memanfaatkan sisa material HPL
“The Curiosity Engine” dibuat menggunakan TACO PVC Sheet, PVC Board, komponen drawer slide, serta sisa material High Pressure Laminate atau HPL. Perbedaan warna, motif, dan tekstur dari material tersebut disusun menjadi sebuah instalasi dengan sejumlah elemen geometris.
Bagian atas karya menampilkan elemen lingkaran yang dapat bergerak. Bentuk tersebut mengambil inspirasi dari mata, kompas, dan matahari sebagai simbol pengamatan, pencarian arah, serta dimulainya siklus baru.
Sementara itu, bentuk, warna, dan tekstur lain dipertahankan dalam komposisi yang relatif tetap. Perbedaan antara elemen bergerak dan elemen statis digunakan untuk menggambarkan perubahan cara pandang terhadap benda atau material yang telah dikenal.

Pendiri Palette Studio Aji Fajar mengatakan, proses pengembangan karya dilakukan dengan mengeksplorasi karakter dan susunan setiap material.
“Yang menarik bagi kami dari proses ini adalah bagaimana material yang sudah ada dapat dilihat dari kemungkinan yang berbeda. Kami mengeksplorasi karakter dan susunannya untuk menemukan komposisi yang sesuai dengan gagasan yang kami bawa,” ujar Aji.
Pemanfaatan sisa produksi dalam satu karya instalasi belum dengan sendirinya menggambarkan keseluruhan pengelolaan limbah perusahaan. Namun, pendekatan tersebut menunjukkan salah satu kemungkinan penggunaan kembali material yang tidak lagi masuk ke dalam proses produksi utama.
Memperluas fungsi material interior
Bagi TACO, keterlibatan di pameran seni menjadi salah satu cara memperkenalkan kemungkinan penggunaan produknya di luar kebutuhan interior dan furnitur.
Artistic Director Art Jakarta Enin Supriyanto menilai kolaborasi lintas industri dapat mendekatkan hubungan antara material, seni, desain, dan ruang.
“Selama beberapa tahun terakhir, kami melihat bagaimana TACO secara konsisten membangun kolaborasi dengan berbagai seniman dan pelaku kreatif, sekaligus membuka kemungkinan baru dalam melihat peran material di dalam sebuah karya,” kata Enin.
Menurut dia, kehadiran material yang akrab dijumpai dalam kehidupan sehari-hari melalui pendekatan artistik juga dapat memperkaya pengalaman pengunjung pameran.
Selain terlibat di Art Jakarta, TACO melanjutkan kolaborasinya dengan pelaku kreatif melalui Jakarta Illustration and Creative Arts Fair atau JICAF. Partisipasi perusahaan di JICAF pada 2026 memasuki tahun ketiga.
Dalam acara tersebut, TACO mengadakan kegiatan Live Mural Powered by TACO dengan melibatkan empat seniman lokal dan internasional, yakni Jaekwang Park, Muklay, Mbetand, dan Maito Parta.
Baca Juga: Lexus Mulai Pasarkan Yacht Mewah LY 680 ke Pasar Global
Baca Juga: TACO dan MD Entertainment Kolaborasi dalam Film Filosofi Teras
Keempat seniman menggunakan material HPL sebagai medium untuk menciptakan karya mural berdasarkan karakter visual masing-masing. Penggunaan medium yang sama menghasilkan interpretasi yang berbeda sesuai pendekatan setiap seniman.
“Baik melalui ‘The Curiosity Engine’ di Art Jakarta maupun JICAF Live Mural, kami melihat bagaimana material yang sama bisa menghasilkan interpretasi yang sangat berbeda di tangan para pelaku kreatif,” ujar Anastasia.
Kolaborasi dengan seniman dan studio desain juga menjadi bagian dari strategi komunikasi merek. Melalui pendekatan tersebut, perusahaan dapat memperkenalkan karakter visual dan kemungkinan penggunaan material kepada audiens di luar pasar konstruksi, furnitur, serta desain interior.
TACO merupakan perusahaan Indonesia yang memproduksi dan memasarkan sejumlah material interior dan eksterior, antara lain HPL, aksesori furnitur, lantai vinyl dan SPC, perekat, panel komposit aluminium, serta panel plafon.




