Mercure Jakarta Sabang Perkuat Lifestyle Experience lewat Wayang Orang

Mercure Jakarta Sabang Perkuat Lifestyle Experience lewat Wayang Orang
Mercure Jakarta Sabang Perkuat Lifestyle Experience lewat Wayang Orang

Jakarta, Businessreview.id — Hotel kini tidak lagi hanya bersaing lewat kamar dan fasilitas. Pengalaman menjadi bagian penting dalam menarik tamu dan memperkuat identitas brand. Pendekatan itu terlihat dari langkah Mercure Jakarta Sabang yang menghadirkan pertunjukan Wayang Orang melalui program “A Timeless Tale: Ramayana Folklore”.

Pertunjukan yang digelar pada Sabtu, 29 Agustus 2026, di Grand Sabang Ballroom tersebut menjadi kali pertama Wayang Orang tampil di lingkungan hotel ini. Sejumlah seniman dari Wayang Orang Bharata membawakan kisah Ramayana melalui perpaduan tari, musik, kostum, dan karakter tradisional Indonesia.

Bagi Mercure Jakarta Sabang, acara ini tidak hanya menjadi aktivitas budaya, tetapi juga bagian dari strategi menghadirkan pengalaman yang menggabungkan hospitality, kuliner, dan hiburan.

General Manager Mercure Jakarta Sabang Idham Risdiansyah mengatakan hotel ingin menghadirkan pengalaman yang memiliki cerita dan tetap relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.

“Pertunjukan Wayang Orang menjadi salah satu cara kami untuk memperkenalkan kekayaan seni pertunjukan Indonesia melalui pengalaman yang lebih dekat dan mudah dinikmati oleh masyarakat,” ujar Idham dalam keterangannya kepada redaksi businessreview.id.

Dari Kamar ke Experience

Setelah pertunjukan, tamu melanjutkan agenda dengan Dinner Wayang, jamuan makan malam prasmanan yang menjadi bagian dari rangkaian acara.

Format ini memperlihatkan bagaimana hotel mulai memperluas sumber daya tariknya. Ballroom, restoran, dan program budaya dikemas dalam satu pengalaman yang dapat dinikmati tidak hanya oleh tamu menginap, tetapi juga masyarakat umum.

Dari sisi bisnis, strategi semacam ini dapat memperluas fungsi hotel sebagai destinasi lifestyle, bukan hanya akomodasi.

Mercure Jakarta Sabang sendiri memiliki 166 kamar, Clovia Restaurant, Grand Sabang Ballroom, 14 ruang meeting, kolam renang, entertainment center, serta area aktivitas keluarga.

Dengan fasilitas tersebut, program berbasis experience dapat menjadi cara untuk mengoptimalkan ruang hotel sekaligus memperluas interaksi dengan konsumen.

Baca Juga: Moladin Finance dan Pashouses Jalin Kemitraan Strategis, Hadirkan Solusi Pembiayaan bagi Pemilik Properti

Budaya Jadi Bagian dari Positioning

A Timeless Tale: Ramayana Folklore menjadi bagian dari rangkaian Road to 12 Years of Timeless Sabang. Program ini memperlihatkan bagaimana unsur budaya lokal dapat masuk ke strategi hospitality tanpa harus dikemas secara formal atau seremonial.

Wayang Orang ditempatkan dalam konteks yang lebih lifestyle: hadir di ballroom hotel, dipadukan dengan dinner, dan dinikmati dalam suasana yang lebih dekat dengan tamu.

Idham mengatakan momentum ini juga menjadi pengalaman khusus karena untuk pertama kalinya Mercure Jakarta Sabang menghadirkan Wayang Orang di panggung hotel.

“Kami berharap pengalaman seperti ini dapat membuka kesempatan bagi lebih banyak orang untuk mengenal dan menikmati seni tradisional Indonesia dalam suasana yang berbeda,” katanya.

Bagi industri hospitality, pendekatan tersebut menunjukkan bahwa diferensiasi tidak selalu harus berasal dari renovasi fisik atau penambahan fasilitas baru.

Program budaya, kuliner, dan komunitas juga dapat menjadi cara untuk membangun karakter hotel sekaligus menciptakan alasan baru bagi konsumen untuk datang. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here