Sabana Fun Run 2026 Gandeng Puluhan UMKM, Dorong Pelaku Usaha Mengikuti Perilaku Konsumen

Sabana Fun Run 2026 Gandeng Puluhan UMKM, Dorong Pelaku Usaha Mengikuti Perilaku Konsumen
Sabana Fun Run 2026 Gandeng Puluhan UMKM, Dorong Pelaku Usaha Mengikuti Perilaku Konsumen

Jakarta, Businessreview.id — Perubahan demografi dan perilaku konsumen membuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM tidak bisa lagi menjalankan bisnis dengan pola yang sama seperti sebelumnya.

Founder Sabana sekaligus tokoh UMKM Haji Syamsyalis mengatakan, jumlah penduduk Indonesia yang terus bertambah dan semakin beragamnya generasi konsumen menuntut UMKM lebih cepat beradaptasi.

“UMKM hari ini harus berbeda dengan yang sebelumnya. Karena jumlah penduduknya sudah bertambah, sudah 280 juta penduduk Indonesia. Kemudian generasinya juga sudah beragam,” ujar Syamsyalis dalam konferensi pers Sabana Fun Run 2026 di Hall Basket, Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Menurut dia, keberadaan generasi baby boomer, milenial, Gen Z hingga generasi yang lebih muda menciptakan karakter pasar yang semakin beragam.

Kondisi tersebut membuat produk, pola pemasaran, pelayanan hingga cara pelaku UMKM berinteraksi dengan konsumen perlu terus berubah.

Syamsyalis menilai UMKM memiliki peran penting dalam menjaga pergerakan ekonomi karena setiap transaksi tidak hanya menghasilkan pendapatan bagi pemilik usaha.

Dampaknya turut mengalir kepada keluarga pelaku usaha, pekerja, pemasok hingga industri yang memproduksi barang yang dijual UMKM.

“UMKM ini harus dijaga dan harus bangkit dalam situasi ekonomi seperti sekarang ini. Setiap transaksi yang dilakukan di UMKM membuat dampak yang luar biasa,” katanya.

Lebih dari 50 Tenant UMKM

Semangat tersebut menjadi salah satu alasan penyelenggara Sabana Fun Run 2026 menggabungkan kegiatan olahraga dengan ruang pemasaran bagi pelaku UMKM.

Dalam rangkaian acara, lebih dari 50 tenant UMKM akan dihadirkan untuk menawarkan beragam produk kepada peserta dan pengunjung.

Syamsyalis mengatakan, keterlibatan UMKM tidak hanya ditujukan untuk mengejar transaksi selama acara.

Pertemuan langsung dengan konsumen dapat menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk membaca perubahan selera pasar, mengamati respons terhadap produk, dan mencari ruang untuk melakukan inovasi.

“Event ini kita hadirkan agar UMKM bisa membaca pelaku pasar saat ini. Agar mereka melihat dengan sendirinya bagaimana kondisi pasar kita saat ini, sehingga UMKM bisa menyesuaikan diri dan bisa berinovasi agar usahanya tetap bertumbuh,” ujar dia.

Bagi masyarakat, area UMKM juga diharapkan menjadi ruang untuk memperoleh inspirasi bisnis.

Pengunjung dapat melihat produk, model usaha, pola pemasaran, hingga peluang yang mungkin dapat dikembangkan setelah acara.

Dengan demikian, Sabana Fun Run tidak hanya diarahkan menjadi kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi titik temu antara konsumen, komunitas dan pelaku usaha.

Olahraga Jadi Pintu Masuk Ekonomi Kreatif

Ketua Badan Otonom UMKM DPP GEKRAFS Octaviani Putri Pertiwi melihat aktivitas olahraga dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.

Menurut dia, tren olahraga saat ini tidak hanya berkembang di kalangan anak muda, tetapi juga mulai menjangkau keluarga dan kelompok usia lebih luas.

Perubahan tersebut menciptakan peluang ekonomi di sekitar kegiatan olahraga, mulai dari kuliner, fesyen, penyelenggaraan acara, industri kreatif hingga produksi konten digital.

“Olahraga sekarang sudah berkembang menjadi ekosistem yang menggerakkan komunitas, juga kuliner, fashion, industri kreatif, produksi acara, dan konten digital,” ujar Octaviani dalam kesempatan yang sama.

Ia mengatakan kolaborasi antara Sabana Fun Run dan UMKM dapat memperluas ruang pemasaran produk lokal sekaligus membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk bertemu langsung dengan pasar.

Menurut Octaviani, olahraga juga dapat menjadi sarana membangun interaksi sosial sekaligus meningkatkan peluang transaksi bagi UMKM.

“Olahraga dapat menjadi pintu masuk untuk masyarakat yang ingin hidup aktif dan pelaku usaha yang ingin bertumbuh,” katanya.

UMKM Dinilai Punya Peran Besar terhadap Ekonomi

Octaviani menyebut UMKM memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.

Dalam keterangannya, ia menyebut kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto berada di kisaran 61–62 persen, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai sekitar 97 persen.

Angka tersebut digunakan untuk menekankan besarnya peran UMKM dalam kegiatan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Namun, data tersebut merupakan angka yang disampaikan narasumber dalam konferensi pers. Untuk publikasi berbasis data, angka kontribusi PDB dan penyerapan tenaga kerja sebaiknya dicocokkan kembali dengan sumber statistik resmi terbaru.

Menurut Octaviani, penyelenggaraan kegiatan yang mempertemukan komunitas dan pelaku usaha dapat membantu UMKM memperluas jaringan dan meningkatkan kapasitas bisnis.

“Dengan kolaborasi dengan UMKM, itu bisa membuat UMKM naik kelas dan membuka peluang-peluang untuk pelaku UMKM memasarkan produk-produknya,” ujarnya.

Semangat Kemerdekaan Lewat Produk Lokal

Sabana Fun Run 2026 juga digelar bertepatan dengan momentum perayaan Kemerdekaan Indonesia pada Agustus.

Octaviani menilai semangat kemerdekaan perlu diterjemahkan ke dalam kemampuan masyarakat untuk berkarya, bergerak secara ekonomi, dan memberikan ruang lebih besar kepada produk lokal.

Menurut dia, masyarakat yang sehat dan kreatif sekaligus mendukung produk dalam negeri merupakan bentuk semangat kemerdekaan yang relevan dengan kondisi saat ini.

“Masyarakat yang sehat, kreatif, dan mendukung produk lokal adalah wajah kemerdekaan yang relevan hari ini,” katanya.

Sabana Fun Run 2026 akan berlangsung pada Minggu, 9 Agustus 2026, mulai pukul 06.00.

Meski pendaftaran peserta lari telah ditutup, masyarakat masih dapat datang bersama keluarga maupun teman untuk mengikuti rangkaian acara dan mengunjungi area UMKM.

Kombinasi olahraga, komunitas, dan pasar UMKM tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan satu hari. Tantangan sesungguhnya adalah apakah pertemuan antara pelaku usaha dan konsumen dapat menghasilkan jaringan baru, inovasi produk, serta transaksi yang berlanjut setelah acara berakhir. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here