Jakarta, businessreview.id – Lenovo memperkenalkan konsep kacamata pintar bertajuk Lenovo AI Glasses Concept dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat. Lewat perangkat ini, Lenovo menegaskan ambisinya memperluas ekosistem perangkat berbasis kecerdasan buatan (AI) yang terintegrasi lintas perangkat kerja.
Dalam laporan Engadget, Lenovo mengklaim kacamata pintar tersebut dirancang untuk mengubah cara pengguna berinteraksi dengan lingkungan sekitar sekaligus menyederhanakan alur kerja digital. Dari perspektif bisnis, konsep ini mencerminkan upaya Lenovo masuk lebih dalam ke segmen wearable AI, yang diproyeksikan menjadi perpanjangan dari produktivitas personal dan profesional.
Secara desain, Lenovo AI Glasses tampil menyerupai kacamata konvensional dan mengikuti pendekatan minimalis yang juga digunakan oleh produk sejenis, seperti Ray-Ban Display dari Meta. Lenovo tampak menghindari desain futuristik berlebihan demi meningkatkan peluang adopsi pengguna dalam aktivitas sehari-hari.
Dengan bobot sekitar 45 gram, kacamata ini dirancang ringan dan nyaman digunakan dalam jangka waktu lama. Lenovo mengklaim daya tahan baterainya mencapai delapan jam, cukup untuk menunjang satu hari kerja penuh, sehingga relevan untuk segmen profesional dan pekerja mobile.
Berbeda dari perangkat komputasi mandiri, Lenovo AI Glasses Concept mengandalkan konektivitas nirkabel dengan perangkat pintar lain, seperti ponsel atau PC, untuk menangani proses komputasi utama. Pendekatan ini mencerminkan strategi Lenovo dalam mengoptimalkan ekosistem perangkat tanpa membebani wearable dengan spesifikasi hardware berat.
Meski demikian, kacamata ini tetap dibekali platform AI Qira, hasil pengembangan Lenovo dan Motorola. Platform tersebut memungkinkan berbagai fitur berbasis AI, mulai dari penerjemahan bahasa secara langsung dengan latensi rendah hingga pengenalan objek dan gambar secara real-time.
Lenovo juga menyematkan fitur “Catch Me Up”, yang memanfaatkan AI untuk merangkum notifikasi dari berbagai perangkat pengguna. Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna memantau informasi penting secara cepat tanpa harus membuka banyak perangkat, sejalan dengan tren efisiensi kerja berbasis AI.
Dari sisi interaksi, Lenovo AI Glasses mendukung kontrol sentuhan dan perintah suara. Perangkat ini juga dilengkapi fitur teleprompter, yang berpotensi menyasar kebutuhan profesional seperti presenter, kreator konten, hingga pekerja korporasi. Lenovo turut menyematkan speaker internal, memungkinkan pengguna memutar musik atau menerima audio langsung dari kacamata.
Meski telah dipamerkan di CES 2026, Lenovo belum mengungkapkan rencana produksi massal maupun jadwal peluncuran komersial Lenovo AI Glasses Concept. Namun, kehadiran perangkat ini menunjukkan arah strategis Lenovo dalam memposisikan AI sebagai lapisan utama yang menghubungkan berbagai perangkat kerja di masa depan.
Bagi Lenovo, konsep ini bukan sekadar produk baru, melainkan sinyal persaingan di pasar wearable AI yang semakin ramai, seiring meningkatnya minat industri teknologi global terhadap perangkat komputasi ringan yang terintegrasi dengan ekosistem digital pengguna. (*)





