Film “Pengin Hijrah” Jadi Bukti Kapasitas Sinema Indonesia di Kancah Global, Uzbekistan Puji Kualitas Produksi

Film “Pengin Hijrah” Jadi Bukti Kapasitas Sinema Indonesia di Kancah Global, Uzbekistan Puji Kualitas Produksi
Film “Pengin Hijrah” Jadi Bukti Kapasitas Sinema Indonesia di Kancah Global, Uzbekistan Puji Kualitas Produksi

Jakarta, businessreview.id – Film religi “Pengin Hijrah” menuai apresiasi dari kalangan perfilman dan pariwisata internasional. Tokoh pariwisata Uzbekistan yang juga terlibat sebagai aktor dalam film tersebut, Temur Mirzaev, menyebut produksi ini membuktikan bahwa sineas Indonesia mampu menghadirkan karya berkelas dunia.

“Saya kagum dengan kualitas naskah, proses produksinya, dan bahkan cara kalian menggelar konferensi pers di Jakarta. Semua dilakukan sangat profesional. Saya benar-benar respek,” ujar Mirzaev dalam konferensi pers gala perdana film “Pengin Hijrah”, Jumat (17/10/2025).

Mirzaev, yang menjabat sebagai penasihat Menteri Pariwisata dan Olahraga Uzbekistan, menilai film ini menjadi tonggak penting bagi negaranya karena untuk pertama kalinya Uzbekistan tampil dalam film Indonesia yang juga memperkenalkan potensi wisata dan budaya mereka.

“Lewat film ini, penonton bisa melihat keindahan Samarkand, salju Uzbekistan, makanan, dan tradisi kami. Nilai kekeluargaan dalam film ini juga terasa sangat dekat dengan masyarakat Indonesia,” katanya.

Dalam film garapan sutradara Jastis Arimba itu, Mirzaev memerankan karakter Ahmed, ayah dari Omar yang diperankan oleh Endy Arfian.

Kesan positif juga datang dari Adolat Kimsanova, aktris senior Uzbekistan yang berperan sebagai Halima, nenek Omar. Aktris yang telah berkarya lebih dari 50 tahun di dunia teater dan film ini mengaku, pengalaman bermain di film Indonesia memberinya tantangan baru.

“Selama lima dekade saya berkarya, ini pertama kalinya saya memerankan karakter nenek yang keras dan agresif. Peran ini membuat saya belajar banyak hal baru,” ungkapnya melalui penerjemah.

Kimsanova berharap penonton Indonesia dapat menangkap pesan emosional dalam karakternya, meski sosoknya digambarkan tegas dan tidak banyak tersenyum.

Menjembatani Wisata Halal Indonesia–Uzbekistan

Film “Pengin Hijrah”, yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 30 Oktober 2025, tak hanya membawa pesan spiritual, tetapi juga menjadi media diplomasi budaya dan pariwisata halal antara Indonesia dan Uzbekistan.

Produser Rendy Gunawan, asal Belitung, menjelaskan bahwa film ini mengambil latar dua lokasi utama: pantai-pantai eksotis Belitung dan kota-kota bersejarah di Uzbekistan seperti Bukhara dan Tashkent.

“Film ini menyandingkan dua budaya dan dua lanskap berbeda — dari pantai tropis Indonesia hingga situs Islam bersejarah di Asia Tengah. Kami ingin menghadirkan kisah hijrah yang tidak hanya menyentuh batin, tetapi juga membuka mata terhadap keindahan lintas bangsa,” kata Rendy.

Baca Juga: Film “Pengin Hijrah” Hadir 30 Oktober, Perpaduan Latar Indonesia–Uzbekistan Sajikan Kisah Spiritual dan Visual Megah

Keterlibatan Uzbekistan dalam produksi ini sekaligus memperkuat kerja sama pariwisata yang telah dijajaki Pemerintah Kabupaten Belitung sejak 2023. Kala itu, Belitung menyoroti kesamaan statusnya sebagai UNESCO Global Geopark dengan Bukhara yang berstatus Warisan Dunia UNESCO.

Melalui film ini, hubungan antardaerah diharapkan berkembang menjadi bentuk kerja sama yang lebih konkret, termasuk potensi “sister city” antara Belitung dan salah satu kota di Uzbekistan.

“Dengan mengambil gambar di tengah musim salju di Uzbekistan dan di pesisir tropis Belitung, kami ingin menunjukkan bahwa sinema bisa menjadi jembatan antarkultur, sekaligus promosi wisata halal yang elegan,” tambah Rendy.

Selain Steffi Zamora dan Endy Arfian, film ini juga menampilkan Nadzira Shafa, Daffa Wardhana, Karina Suwandi, dan Donny Alamsyah, menghadirkan perpaduan aktor muda dan senior dalam balutan sinematografi internasional.

“Pengin Hijrah”, dari Layar Bioskop Menuju Diplomasi Budaya

Kehadiran figur seperti Temur Mirzaev dan Adolat Kimsanova bukan hanya memperkuat sisi artistik film, tapi juga menegaskan hubungan hangat antara Indonesia dan Uzbekistan dalam bidang pariwisata, kebudayaan, dan perfilman.

“Insya Allah, beberapa bulan setelah tayang di Indonesia, film ini juga bisa dirasakan oleh masyarakat Uzbekistan. Mereka akan tahu bagaimana kualitas industri film Indonesia,” ujar Mirzaev menutup. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here