Pendapatan Xiaomi di Kuartal II 2025 Tembus Rp261 Triliun, Laba Bersih Naik 75 Persen

Xiaomi Kembali Duduki Puncak Pasar Smartphone Indonesia di Kuartal Pertama 2025
Pendapatan Xiaomi di Kuartal II 2025 Tembus Rp261 Triliun, Laba Bersih Naik 75 Persen

Jakarta, businessreview.id — Xiaomi Corporation mencatat kinerja keuangan cemerlang pada kuartal II 2025. Produsen smartphone dan perangkat pintar asal Tiongkok itu membukukan pendapatan sebesar Rp261 triliun (RMB116 miliar), naik 30,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Ini menjadi kuartal ketiga berturut-turut Xiaomi meraup pendapatan di atas Rp225 triliun (RMB100 miliar).

Laba bersih setelah penyesuaian juga melonjak 75,4 persen menjadi Rp24,3 triliun (RMB10,8 miliar), melampaui capaian Rp23 triliun (RMB10 miliar) untuk dua kuartal berturut-turut. “Hasil ini mencerminkan ketahanan profitabilitas dan pertumbuhan yang berkelanjutan dari fondasi bisnis yang kuat,” tulis Xiaomi dalam keterangan resminya, Rabu (27/8).

Smartphone, EV, dan IoT Jadi Pendorong Utama

Pertumbuhan pendapatan Xiaomi banyak ditopang oleh tiga pilar bisnis: smartphone, kendaraan listrik pintar (smart EV), dan perangkat rumah pintar.

  • Smartphone: Pendapatan mencapai Rp102,4 triliun (RMB45,5 miliar). Pengiriman tumbuh delapan kuartal berturut-turut dengan total 42,4 juta unit, mempertahankan posisi tiga besar global selama 20 kuartal terakhir. Di Indonesia, Xiaomi memimpin pasar dua kuartal berturut-turut dengan pangsa 21 persen.
  • IoT dan perangkat rumah pintar: Pendapatan tembus Rp87 triliun (RMB38,7 miliar), naik 44,7 persen YoY, dengan lonjakan 66,2 persen di segmen perangkat rumah tangga pintar besar seperti AC, kulkas, dan mesin cuci.
  • Smart EV: Untuk pertama kalinya, pendapatan kendaraan listrik Xiaomi melampaui Rp45 triliun (RMB20 miliar). Total 81.302 unit kendaraan terjual pada Q2, dengan pengiriman kumulatif sejak awal tahun menembus 157 ribu unit. Kerugian operasional juga menyusut, dengan proyeksi balik modal pada paruh kedua 2025.

Premiumisasi Jadi Kunci

Baca Juga: Samsung Perluas Program One UI 8 Beta ke Lebih Banyak Perangkat Galaxy

Xiaomi konsisten menggenjot strategi “premiumisasi” di berbagai lini. Di segmen smartphone premium (harga di atas Rp7 juta), kontribusi penjualan mencapai 27,6 persen dari total, naik 5,5 persen dibanding tahun lalu. Peluncuran SUV listrik pertama, Xiaomi YU7 Series, mendapat sambutan luar biasa dengan 240 ribu pesanan dalam 18 jam.

Investasi Teknologi dan R&D

Xiaomi juga memperkuat investasi teknologi dasar. Belanja riset dan pengembangan pada kuartal II mencapai rekor Rp17,7 triliun (RMB7,8 miliar), naik 41 persen YoY. Perusahaan kini mempekerjakan lebih dari 22 ribu staf R&D.

Pada sektor chip, Xiaomi meluncurkan prosesor 3nm besutan sendiri, Xiaomi XRING O1, menjadikannya perusahaan pertama di Tiongkok yang mampu merancang chip flagship secara mandiri. Sementara di bidang kecerdasan buatan, Xiaomi merilis model bahasa besar (LLM) multimodal MiMo-VL-7B dan model pemrosesan audio MiDashengLM-7B yang sudah dibuka akses open-source.

Basis Pengguna Kian Kuat

Jumlah perangkat IoT yang terhubung di ekosistem Xiaomi mencapai hampir 1 miliar unit per Juni 2025, tumbuh 20 persen secara tahunan. Jumlah pengguna aktif bulanan aplikasi Xiaomi Home mencapai 113 juta, sementara asisten AI Xiaomi dipakai oleh 153 juta pengguna bulanan. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here