
Jakarta, businessreview.id — Maskapai penerbangan Garuda Indonesia kembali membuka rute langsung Timika–Denpasar setelah sempat terhenti sejak pandemi COVID-19. Pengoperasian rute ini dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat konektivitas kawasan timur Indonesia sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi, termasuk di sektor properti.
Rute Timika–Denpasar dilayani menggunakan pesawat Boeing 737-800 dengan frekuensi empat kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Penerbangan ini kembali dioperasikan dengan kode GA 652 dan GA 653.
General Manager Garuda Indonesia Branch Office Timika, Kharisma Pujangga, menyatakan bahwa pembukaan kembali rute ini merupakan respons atas meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat, khususnya untuk mendukung aktivitas bisnis dan pariwisata di wilayah Papua Tengah.
“Kami mengoperasikan kembali rute langsung dari Timika ke Denpasar untuk meningkatkan konektivitas dan menjawab kebutuhan pelanggan akan perjalanan yang lebih cepat dan efisien,” ujarnya saat peresmian penerbangan perdana di Bandara Mozes Kilangin Timika.
Dari sisi infrastruktur, Bandara Mozes Kilangin dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai hub transportasi di kawasan timur Indonesia. Kepala BLU-UPBU Mozes Kilangin Timika, Muchammad Nafiek S, menyebut bahwa posisi strategis Timika serta dukungan fasilitas yang terus ditingkatkan menjadikan bandara ini layak berperan sebagai pusat konektivitas regional.
Selama ini, sebagian besar penerbangan dari Timika menuju Jakarta harus transit melalui Makassar. Dengan dibukanya kembali rute langsung ke Denpasar, alternatif konektivitas menjadi lebih beragam dan efisien.
Pemerintah daerah juga menyambut positif langkah ini. Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyebut bahwa pembukaan kembali rute ini telah lama dinantikan masyarakat, termasuk pelaku industri yang beroperasi di wilayah tersebut.
Ia menambahkan bahwa kebutuhan konektivitas udara di Timika cukup tinggi, terutama dari kalangan profesional dan pekerja di sektor industri, termasuk PT Freeport Indonesia dan jaringan subkontraktornya.
Menurutnya, rute Timika–Denpasar memiliki potensi besar sebagai jalur strategis atau golden route yang tidak hanya mendukung mobilitas, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.
Dalam perspektif sektor properti, peningkatan konektivitas udara seperti ini menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan kawasan. Aksesibilitas yang semakin baik akan meningkatkan daya tarik investasi, mempercepat pergerakan tenaga kerja, serta mendorong pengembangan hunian dan kawasan komersial di wilayah tersebut.
Baca Juga: TelkomMetra Dorong Sinergi AdMedika–CMS untuk Perkuat Ekosistem Digital Kesehatan
Selain itu, konektivitas langsung ke Denpasar—sebagai salah satu pusat pariwisata nasional—juga berpotensi membuka peluang pengembangan sektor hospitality dan properti pendukung lainnya di Timika dan sekitarnya.
Ke depan, pemerintah daerah berharap frekuensi penerbangan dapat ditingkatkan menjadi harian, seiring dengan meningkatnya permintaan dan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Pembukaan kembali rute ini menegaskan bahwa konektivitas bukan sekadar urusan transportasi, tetapi menjadi fondasi penting dalam membentuk pertumbuhan kawasan dan memperluas peluang di sektor properti, khususnya di wilayah timur Indonesia. (*)




