Konferensi Umum ke-43 UNESCO Resmi Dibuka di Samarkand, Pertama Kali Digelar di Luar Eropa

Presiden Shavkat Mirziyoyev saat berpidato pada Peresmian Konferensi Umum UNESCO Sesi ke-43
Presiden Shavkat Mirziyoyev saat berpidato pada Peresmian Konferensi Umum UNESCO Sesi ke-43. (foto:dokumentasi kalpost).

Samarkand, Businessreview.idUntuk pertama kalinya dalam empat dekade, Konferensi Umum UNESCO diselenggarakan di luar Paris. Kota kuno Samarkand, Uzbekistan, menjadi tuan rumah sesi ke-43 forum internasional bergengsi yang resmi dibuka oleh Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev pada Kamis (30/10/2025).

Penyelenggaraan konferensi ini menandai momen bersejarah bagi Uzbekistan. Negara di jantung Asia Tengah itu kini diakui memiliki posisi strategis yang kian kuat di dunia internasional, sekaligus menunjukkan komitmen nyata terhadap nilai-nilai UNESCO dalam memajukan dialog global, perdamaian, serta pelestarian kebudayaan.

Jembatan Timur dan Barat

Dalam pidato pembukaannya, Presiden Mirziyoyev menegaskan peran Uzbekistan sebagai “jembatan antara Timur dan Barat” yang aktif mempromosikan kolaborasi lintas bangsa. Ia juga menyoroti peran penting UNESCO selama lebih dari 80 tahun dalam mendorong kemajuan di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, budaya, dan komunikasi.

Ia menyebut sejumlah warisan budaya Uzbekistan yang telah masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO, seperti Samarkand, Khiva, Bukhara, Shahrisabz, serta koridor Zarafshan-Karakum, Tien Shan Barat, dan Gurun Turan. Selain itu, lebih dari 20 warisan budaya tak benda, termasuk musik Shashmaqom, nyanyian Katta Ashula, dan tarian tradisional Lazgi telah diakui UNESCO.

Baca Juga: Diplomasi Intelektual Muslim: Delegasi Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta Hadiri Konferensi Internasional di Uzbekistan

Presiden Mirziyoyev juga mengusulkan sejumlah inisiatif baru di bidang pendidikan dan teknologi, di antaranya Platform UNESCO untuk Pendidikan Inklusif, World Summit on Vocational Education, model School of Artificial Intelligence, serta Forum Etika AI yang diharapkan menjadi wadah kolaborasi global.

Presiden Shavkat Mirziyoyev berziarah ke makam Imam Bukhari sebelum meresmikan Konferensi Umum UNESCO Sesi ke-43
Presiden Shavkat Mirziyoyev berziarah ke makam Imam Bukhari sebelum meresmikan Konferensi Umum UNESCO Sesi ke-43. (Foto: tim kalpost)

Forum Global di Jantung Jalur Sutra

Konferensi yang berlangsung hingga 13 November 2025 ini dihadiri lebih dari 5.000 peserta dari 200 negara, mencakup 150 agenda strategis di bidang pendidikan, sains, budaya, ekologi, teknologi, dan komunikasi. Acara digelar di Silk Road Samarkand Congress Hall, kompleks modern yang berdiri di tengah lanskap bersejarah kota Samarkand.

Sejumlah tokoh dunia hadir, antara lain Presiden Serbia Aleksandar Vučić, Presiden Slovakia Peter Pellegrini, serta Direktur Jenderal UNESCO Audrey Azoulay. Delegasi UNESCO Indonesia juga turut berpartisipasi sejak 27 Oktober 2025.

Sebelum membuka konferensi, Presiden Mirziyoyev mengunjungi Makam Imam Bukhari dan meninjau pembangunan Kompleks Masjid Imam Bukhari seluas 40 hektare yang mampu menampung hingga 10.000 jamaah: simbol penting spiritual dan kebudayaan bagi umat Islam di Uzbekistan.

UNESCO, badan khusus PBB yang berdiri sejak 1945, berkomitmen memperkuat perdamaian dan keamanan dunia melalui kerja sama internasional dalam pendidikan, sains, dan kebudayaan. Uzbekistan sendiri telah menjadi anggota UNESCO sejak 1993, dengan kantor perwakilan di Tashkent yang dibuka tiga tahun kemudian. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here